Showing posts with label Berita Sidat. Show all posts
Showing posts with label Berita Sidat. Show all posts

Wednesday, November 14, 2012

Budidaya Ikan Sidat Digarap Serius di Sulteng

Mulai tahun 2012 Pemerintah Sulawesi Tengah mengembangkan budidaya ikan sidat. Budidaya sidat dilakukan karena populasi sidat alam  kian langkan sementara permintaan ekspor cukup tinggi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mengatakan budidaya ikan sidat akan dilakukan di 9 kabupaten dan 1 kota di propinsi itu. Daerah tersebut meliputi Kota Palu, Donggala, Tolitoli, Buol, Parigi Mountong, Poso, Tojo Unauna, Banggai, Banggai Kepulauan dan Morowali. Daerah tersebut memiliki sungai dan danau yang bermuara ke laut yang notabene merupakan tempat ideal bagi budidaya ikan sidat.
Budidaya sidat tidak terlalu sulit dilakukan propinsi ini karena Sulteng memiliki potensi sumber benih sidat. Ada beberapa jenis sidat budidaya yang potensial di Sulteng yakni : anguilla marmorata, anguilla  celebesensis, anguilla  bicolor fasisfika dan anguilla  borneosensis. 3 Jenis diantaranya ditemukan di 10 wilayah Sulteng.
Untuk persiapan budidaya sidat, Dinas terkait di Sulteng berencana melakukan pembekalan untuk warga sekitar sungai dan danau.
Pemilihian lokasi budidaya sidat menjadi penting mengingat berdasar siklus hidupnya sidat jantan dan sidat betina akan berpindah dari sungai atau danau menuju laut untuk melakukan perkawinan di kedalaman 400-500 m. Setelah perkawinan induk sidat tersebut akan mati.
Dalam budidaya sidat ada beberapa tahapan yang bisa digarap, yakni pembesaran sidat muda berukuran 3-5 gram menjadi 8-10 gram yang membutuhkan waktu 3 bulan. Selanjutnya pembesaran sidat menjadi ukuran konsumsi 250-300 gram yang membutuhkan waktu hingga 10 bulan.
Selama ini sidat banyak ditemukan dan dibudidayakan warga sekitar Danau Poso. Di daerah tersebut Ikan Sidat dikenal dengan nama Sogili. Permintaan sidat dari Jepang, China dan Korea yang sangat tinggi membuat penangkapan sidat tak terbendung dan menjadi langka.
Beberapa waktu lalu Wakil Gubernur Sulteng meminta budidaya sidat dilakukan secara serius karena nilai ekonomi yang sangat tinggi. harga ikan sidat saat ini bisa mencapai Rp. 400.000 kilogram di Jakarta.
Sumber : http://budidaya-ikan.com/budidaya-ikan-sidat-digarap-serius-di-sulteng/

Thursday, November 1, 2012

Laba Padat Dari Bisnis Budidaya Ikan Sidat

Permintaan ekspor ikan sidat masih besar. Pelaku bisnis ikan sidat internasional terus memburu peluang ini. Bagaimana peluang bisnis ikan sidat?

Sidat ternyata sudah menjadi ikan yang banyak diburu oleh orang-orang dari negara lain. Seperti yang diungkapkan Rudy S. Pontoh, Presdir Agromania, saat ini banyak orang-orang dari luar yang berdatangan ke Indonesia untuk berburu bibit sidat. Bahkan, katanya, demi mendapatkan bibit sidat, mereka rela menginap di pinggiran pantai. Mereka kebanyakan berasal dari Jepang, Korea, China, dan Thailand.
Rudy S. Pontoh, Presdir Agromania
“Bibit-bibit sidat ini akan mereka bawa ke negara mereka untuk dibudidayakan. Mereka paham kalau sidat ini merupakan jenis ikan yang sangat potensial. Di luar negeri, ikan sidat bisa dijual dengan harga yang mahal dan bisa memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan,” ungkap Rudy.

Sebenarnya, masih kata Rudy, pengambilan bibit sidat untuk dibawa ke luar negeri sudah dilarang pemerintah. Bahkan untuk ekspor pun dibatasi hanya untuk sidat yang beratnya mencapai di atas 500 gram. Sayangnya, peraturan itu masih belum ketat dilaksanakan sehingga pencurian bibit sidat masih banyak terjadi sekarang. Karena itulah Rudy mengimbau kepada pemerintah agar lebih ketat lagi menjaga potensi sidat yang merupakan ikan asli dari Indonesia ini.

Terlepas dari itu, maraknya pencurian bibit sidat menunjukan bahwa sidat memang sangat digemari oleh orang-orang asing. Untuk konsumsi, sidat merupakan ikan yang memiliki cita rasa yang sangat lezat dan mengandung gizi yang tinggi. Berdasarkan penelitian, ikan sidat mengandung vitamin A hingga 4.700IU/100 gram. Kandungan vitamin A ikan sidat ini lebih tinggi lagi di bagian hati yaitu mencapati 15 ribu per 100 gram. Vitamin A ikan sidat ini tentu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan mentega yang hanya mencapai 1.900 IU/100 gram. Selain itu kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gr mengalahkan ikan salmon yang hanya 820 mg/100 gr dan tenggiri yang hanya 748 mg/100 gram.

“Di Jepang ikan sidat dinamakan Unagi. Orang-orang Jepang sangat gemar makan unagi. Mereka percaya kalau unagi bisa membantu meninggikan badan dan mencerdaskan otak. Mantan Presiden Habibie juga termasuk orang yang gemar makan sidat. Sidat juga terbukti efektif meningkatkan daya seksual,” kata Rudy.


Besarnya Potensi Bisnis Budidaya Sidat di Indonesia

Selain sangat enak dan bermafaat untuk konsumsi, sidat ini juga memiliki potensi bisnis yang sangat besar. Harga jual ikan sidat cukup menggiurkan karena bisa dijual dengan harga yang tinggi. Harga jual sidat bisa mencapai Rp 300 – Rp 600 ribu per kilogram. Bahkan, kata Rudy, ada restoran Jepang yang menjual sidat dengan harga Rp 450 ribu – Rp 800 ribu untuk satu porsi kecil. Padahal jika ingin membudidayakan sidat modalnya tidak terlalu besar.  Bibit sidat bisa dibeli dari harga Rp 1,3 juta – Rp 2 juta per kilo. Satu kilo bibit bisa mendapatkan hingga 5 ribu ekor sidat.

Indonesia saat ini baru bisa mengekspor sidat pada kisaran 300 – 500 ribu ton per tahun. Ekspor sidat sebesar itu masih belum memenuhi permintaan pasar luar negeri yang jauh lebih besar. Bahkan untuk wilayah Jakarta saja, Rudy menjelaskan, permintaan ikan sidat ini bisa sampai 3 ton tiap bulan. Khusus untuk Jepang permintaan sidat mencapai 150 ribu ton per tahun. Jepang hingga sekarang baru 20% memenuhi kebutuhan kebutuhan konsumennya. Sedangkan 80%-nya, Jepang harus mencari di luar. Selain Indonesia ada negara lain yang juga mengekspor sidat seperti Eropa, China, dan Amerika.

“Saat ini sidat dari Indonesia merupakan sidat yang paling dicari dibandingkan sidat dari negara lain. Sidat kita masih yang paling bagus. Sehingga negara lain banyak yang coba mengambil bibit dari sini. Potensi sidat di Indonesia sangat besar. Kita menjadi negara penghasil sidat terbesar di dunia. Sayangnya, masyarakat kita belum banyak yang serius membudidayakan sidat,” ungkap Rudy.

Budidaya ikan sidat sebenarnya tidak terlalu sulit. Rasio hidupnya sekitar 90% dari pemeliharaan bibit hingga mencapai ukuran 250 – 500 gram. Lama bubidaya maksimal lima bulan. Sidat juga memiliki tingkat produktivitas yang sangat bagus. Katakanlah ada satu ton benih yang ingin dibudidayakan. Dari satu ton benih ini bisa menghasilkan 5 ton sidat.  Sampai saat ini memang belum ada teknologi yang bisa membantu pemijahan budidaya sidat. Bibit sidat masih harus diambil langsung dari alam.

Melihat potensi bisnis sidat yang cukup menjanjikan, maka bisnis budidaya ikan sidat ini memang perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas. Rudy bersama Agromania yang dipimpinnya, juga terus melakukan sosialisasi sidat ini. Dengan mengadakan training budidaya sidat, Rudy mengajak semua lapisan masyarakat untuk memaksimalkan potensi bisnis ikan sidat. Hingga saat ini sudah ada 13 angkatan yang mengikuti training budidaya sidat di Agromania. Pesertanya juga ternyata banyak yang dari luar negeri. Maka dari itu sangat disayangkan jika masyarakat tidak memanfaatkan fasilitas training yang diadakan Agromania tersebut.

“Di Agromania kami akan ajarkan masyarakat hingga bisa membudidayakan sidat. Kami juga akan membantu pemasarannya. Harapan kami hanyalah ingin masyarakat makin sadar betapa besarnya potensi sidat di Indonesia. Jadi sayang sekali jika bisnis sidat tidak dikelola dengan baik,” kata Rudy.

sumber: http://tabloidbo.com

Monday, October 22, 2012

Pasokan Anjlok, Harga Ikan Sidat Naik


(Tokyo-Jepang) Harga ikan sidat muda (unagi muda) di Jepang melonjak ke level tertinggi, ditengah sedikitnya hasil tangkapan tahun ini, dan mendorong pemerintah pusat bertemu dengan pemerintah daerah dan sejumlah ahli untuk mempersiapkan langkah antisipasi, ungkap berita yang dilansir Kyodo News.

Jepang sangat bergantung pada ikan sidat muda (unagi muda/glass ell) yang ditangkap di hulu sungai, dan selanjutnya diternakan di kolam, guna memenuhi tingginya minat masyarakat Jepang yang sangat menyukai unagi, karena pembiakan buatan dari telur masih belum memadai untuk diterapkan. Namun untuk tahun ini, hasil tangkapan ikan sidat muda anjlok sampai melebihi 95 persen, dibandingkan hasil tangkapan tertinggi pada tahun 1963.

Menurut data yang dirilis Badan Perikanan, pada tahun 2009, diperkirakan hasil tangkapan ikan sidat muda (unagi muda) sebesar 24,7 ton, tapi anjlok menjadi 9,2 ton di tahun 2010, dan 9,5 ton di tahun 2011.

Sementara untuk hasil tangkapan tahun ini, anjlok lebih dari setengah dibanding hasil tangkapan di periode yang sama pada tahun 2011, di hampir seluruh lokasi penangkapan utama di wilayah Jepang Barat, ungkap sumber di Badan Perikanan dan industri perikanan.

Namun disisi lain harga ikan sidat muda segar naik tiga kali lipat dibanding harga rata-rata tahun 2011, dari 850,000 yen per kilogram menjadi 2 juta sampai 2,5 juta yen pada tahun ini, atau sekitar 10 kali lipat dibanding harga tahun 2004 yang sebesar 250,000 yen.

Sejumlah ahli perikanan menyuarakan kekhawatiran terhadap menipisnya pasokan ikan sidat, ditengah semakin ketatnya peraturan guna mengantisipasi agar tidak terjadi penangkapan berlebihan. Namun pejabat Badan Perikanan menyatakan menemui kesulitan dalam menerapkan langkah yang efektif karena tidak mengetahui alasan pasti dibalik rendahnya hasil tangkapan.

Sebanyak 99 persen unagi yang dijual di pasar Jepang merupakan hasil budi daya. Oleh karena itu, para ahli menilai penyebab anjloknya hasil tangkapan ikan sidat, baik yang muda atau dewasa, dalam beberapa tahun terakhir, karena penangkapan berlebihan serta pembangunan dam, dan kerusakan lingkungan di sungai.

Sejumlah ahli juga yakin perubahan arus laut, dan suhu air, sebagai dampak dari pemanasan global, berpengaruh pada lokasi pemijahan dan juga berdampak merugikan pada saat ikan sidat muda melakukan perpindahan.

Siklus perkembang biakan ikan sidat Jepang sudah sejak lama diselubungi misteri, dan baru pada April 2010 para peneliti berhasil menternakan generasi kedua ikan sidat hasil budidaya yang pertama kalinya di dunia, dengan menggunakan telur dari unagi yang dikembangbiakan di kolam. (KN/Arry)

sumber: http://www.halojepang.com

Jepang Berupaya Tingkatkan Produksi Ikan Sidat

(TOKYO-Jepang) Badan Perikanan Jepang berencana menyempurnakan teknologi guna meningkatkan kapasitas produksi ikan sidat secara signifikan dalam lima tahun.

Proyek yang dicanangkan Badan Perikanan ditujukan untuk menstabilkan pasokan makanan yang sangat populer namun mahal, dan mencegah kenaikan harga, yang ekologinya masih belum banyak diketahui, dipicu oleh sedikitnya hasil tangkapan ikan sidat muda.

Badan Perikanan mengharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi ke level 10,000 ikan sidat muda per tahun, dibanding tahun ini yang paling banyak hanya 600 ikan, sehingga bisa mendorong perusahaan swasta memasuki pasar ikan sidat, ungkap juru bicaranya.

Selanjutnya Badan Perikanan akan memfokuskan pada budidaya ikan sidat, sejak mulai ditetaskan dari telur dan dibiakkan agar tumbuh dewasa.

Teknologi terbaru juga diharapkan bisa menekan biaya pendewasaan menjadi puluhan ribu yen, dari saat ini yang sebesar 10 juta yen.

Namun bila metode baru bisa memproduksi tidak lebih dari 10,000 ikan sidat, yang hanya porsi kecil dari 100 juta ikan sidat yang disantap di Jepang setiap tahunnya, upaya itu tidak akan berdampak pada penurunan harga ikan sidat pada saat permintaannya tinggi, akibat kelangkaan ikan sidat muda.

Di Jepang menilai pentingnya mencari cara untuk mendapatkan ikan sidat, karena harganya terus naik setiap tahun akibat sedikitnya pasokan di Jepang, dan dari Cina, yang merupakan negara eksportir terbesar. Harga grosir sempat melonjak ke sekitar 6,000 yen per kilogram, tiga kali lipat dari harga normal.

Pada saat ini, budidaya ikan sidat dilakukan setelah menangkap ikan sidat muda di mulut sungai.

Pada bulan Maret 2010, Badan Penelitian Perikanan, bagian dari Badan Perikanan, berhasil menyelesaikan proses pengembangbiakan ikan sidat melalui rekayasa budidaya, yang merupakan pertamakalinya di dunia.

Di Jepang, upaya untuk mengembangbiakan ikan sidat setelah menetas dimulai pada tahun 1960. Melalui proyek riset, teknologi untuk mengumpulkan telur ikan telah dikembangkan, dan para peneliti juga belajar ikan sidat yang baru menetas suka makan telur ikan hiu. (KN/Arry)

sumber: http://www.halojepang.com/politik-kebijakan/5040-sidat

Sunday, October 21, 2012

Manisnya Budidaya Ikan Sidat


Budidaya sidat kini menjadi salah satu usaha menjanjikan dan beromzet tinggi. Komoditas sidat masih terbatas dikarenakan belum ada teknologi untuk pemijahan, sehingga harga di pasaran terbilang cukup tinggi.

Permintaan sidat atau kerap disebut unagi di pasar internasional mencapai 300.000 ton per tahun. Dari total kebutuhan tersebut, permintaan Jepang terhadap jenis unagi kabayaki 150.000 ton per tahun.

Selain itu, peminat ikan berlendir ini berasal dari Hongkong, Korea Selatan, China, dan Taiwan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto, dalam siaran pers, Minggu (22/4/2012), mengemukakan, permintaan di dalam negeri juga sangat besar dan belum bisa terpenuhi.

Di Jakarta, permintaan sidat sudah mencapai 3 ton per bulan, seiring bertumbuhnya restoran Jepang. Harga sidat saat ini mencapai Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per kg.

Masyarakat akan didorong agar mau membudidayakan sidat ini yang memiliki nilai tinggi. "Indonesia merupakan negara penghasil sidat terbesar di dunia, karena hampir setiap muara di perairan indonesia terdapat sidat," kata Slamet dalam acara kunjungan kerja ke PT Jawa Suisan Indah di Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat.

Meski demikian, budidaya sidat masih terkendala pakan. Pemilik PT Jawa Suisan Indah, Ishitani, mengemukakan, pakan untuk sidat masih menjadi kendala dan belum ada yang sesuai di Indonesia.

Pihaknya menyiasati dengan memakai pakan udang untuk pakan sidat. Kendala budidaya juga membuat pabrik pengolahan sidat miliknya masih kekurangan bahan baku. "Kapasitas pabrik sekitar 2000 ton, tetapi produksi pabrik ini belum optimal, baru mencapai 300 ton/tahun," jelasnya.

Sidat dikenal memiliki nilai gizi tinggi. Hati ikan sidat memiliki 15.000 IU/100 gram kandungan vitamin A. Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai 1.900 IU/100 gram. Bahkan kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 gram atau tenggiri 748 mg/100 gram.

Selain Indonesia, pengekspor sidat lain adalah Eropa, China, Amerika.

Saturday, October 20, 2012

Sidat, Komoditas Industri Masa Depan Sulawesi Tengah

Salah satu potensi sumberdaya perikanan yang terdapat di perairan Sulawesi Tengah adalah sumberdaya Ikan Sidat (Anguilla sp.).  Sidat merupakan salah satu komoditi perikanan yang sangat diminati oleh pasar ekspor. Contohnya, masyarakat Jepang dan Hongkong menkonsumsi lebih dari 100.000 ton, sebagian besar impor termasuk dari Indonesia. Sidat dipasarkan dalam berbagai bentuk, ikan segar ataupun produk olahan termasuk Sidat asap. Komoditas ini memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat, daerah dan devisa negara. 

Sidat dengan daur hidup yang khas telah terbukti rawan terhadap penangkapan berlebihan. Permintaan pasar yang meningkat terus-menerus, menyebabkan populasi sidat di dunia diduga telah mengalami gejala overfishing, baik fase dewasa maupun benih.  Walaupun budidaya full-cycle belum berhasil, teknologi budidaya bersifat pembesaran telah dikembangkan di beberapa negara maju. Budidaya di negara maju, salah satunya Jepang, menggunakan teknologi relatif tinggi serta keahlian teknis yang tinggi.  

Mengacu dari kondisi demikian, beberapa waktu lalu Wakil Gubernur Sulawesi tengah, H. Sudarto, SH., M. Hum melakukan kunjungan kerja pada industri pembesaran dan pengolahan Sidat di Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat. Terlihat turut mendampingi, akademisi dari Untad dan STPL Palu, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Kab. Poso, Kab. Parigi Moutong, Kab. Sigi serta sejumlah kepala bidang yang menangani penangkapan dan budidaya. 

PT. Jawa Suisani Indah, perusahan yang berafiliasi dengan teknologi Jepang, merupakan perusahaan integrated yang melakukan pembesaran, pengolahan sekaligus ekspor dengan tujuan utama Jepang. Didampingi Mr. Ishitani selaku pemilik perusahaan, Wagub Sudarto berjalan kaki mengitari lokasi yang hanya berkisar 2 Ha tersebut. Di sela Ishitani menjelaskan bahwa budidaya sidat tidaklah sulit, namun memerlukan kesabaran ekstra mengingat masa budidaya dari benih 0,17 hingga 250-300 gram memerlukan waktu berkisar 14 bulan. Masih kata Ishitani, ini bisa dieliminir dengan segmentasi 0,17 s/d 4 gram, 4 s/d 10 gram dan pembesaran 10 s/d 250 gram. Diakuinya, kunci dari kesemuanya adalah manajemen kualitas air dan nutrisi. “Kita tidak kuatir, disini air masih bagus, dan pakannya hanya dari daging ikan lemuru” ungkapnya. Pasar juga bagus, contohnya, satu pembeli saya di Jepang minta 2.000 ton/tahun hasil olahan, namun saya baru bisa pasok 150 ton/tahun. Ishitani berharap dapat bekerja sama dengan Sulawesi Tengah untuk memperluas kapasitas produksinya. “Berapapun produksi Sidat Sulteng nanti akan saya ambil, kalau perlu kita tanda tangan kontrak” tantang Ishitani. Ishitani pun mengaku siap jika harus untuk berinvestasi di Sulawesi Tengah. 

Wagub Sudarto, di sela-sela audiensi antara dengan jajaran manajemen PT. Jawa Suisani Indah dan rombongannya mengatakan sangat tertarik dengan budidaya Sidat. Diakuinya, Sulteng merupakan salah satu penghasil benih alam Sidat terbesar nasional, namun ironisnya budidaya Sidat belum berkembang dengan baik. “Saya minta Kadis Kelautan bersama jajarannya bisa menginisiasi berdirinya Industri Sidat di Sulawesi Tengah” ungkap  Sudarto. Kemudian dikatakan, jika masyarakat dilatih melakukan budidaya pada segmen 0,17 s/d 4 gram dan 4 s/d 10 gram, ini akan banyak menyerap tenaga kerja. Kadis Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Hasanuddin Atjo, mengatakan pihaknya tengah menyusun Masterplan Pengembangan Sidat di Sulawesi Tengah yang akan menggabungkan antara Capital Insentive dan Labor Insentive, atau integrasi antara perusahaan dan pemberdayaan masyarakat.   

PT. Jawa Suisani Indah memproduksi 2 produk olahan yaitu Sirayaki, olahan tanpa bumbu serta Kabayashi yang menggunakan bumbu. Proses pembakaran sudah higienis karena menggunakan teknologi canggih, namun bisa diproduksi di tanah air. Proses  pembakaran masing-masing produk adalah 4 kali hingga matang, untuk menjaga kualitas tekstur dan rasa. 
Diakhir kunjungan Ishitani, pria berusia 79 tahun yang tetap energik ini menyajikan Sidat hasil olahan untuk dicoba oleh rombongan Wagub. Dikatakan oleh Ishitani, Sidat mempunyai banyak khasiat terutama untuk menjaga kesehatan dan vitalitas tubuh. Eddy, salah seorang peserta yang sempat menkonsumsi hasil olahan mengamini ucapan Ishitani. Dikatakannya, walaupun perjalanan Jakarta – Sukabumi bolak-balik yang berkisar 10 jam, diakuinya dirinya tidak merasa lelah dan tetap bisa beraktifitas dengan baik. “Mungkin ini rahasianya Ishitani, hingga tetap sehat dan energik di usia yang hampir 80 tahun” kata Eddy. (SE)

sumber: http://dkp.sulteng.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=618&Itemid=64

Thursday, October 18, 2012

BBU Jatimalang Layak Untuk Budidaya Sidat


Balai Benih Udang (BBU) Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo tidak cocok untuk budidaya udang. Universitas Diponegoro (Undip) merekomendasikan bangunan tersebut untuk pengembangan benih sidat dan ikan nila.

Sementara itu, Kabid Perikanan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Purworejo Adia Nur ST, mengatakan, pemerintah akan menindaklanjuti hasil studi tersebut. "Namun, karena nila sudah banyak dibudidayakan, kami ingin fokus mengembangkan sidat," ujarnya kepada KRjogja.com.

Rekomendasi tersebut juga menyebutkan, BBU tidak cocok untuk udang karena kadar garamnya 9 promil. Sementara, syarat minimal pembenihan udang harus memiliki kadar garam 30 promil. Kondisi tersebut diperkirakan akibat dampak tsunami.

Potensi sidat di Kabupaten Purworejo diperkirakan besar karena banyaknya palung di perairan pantai selatan yang menjadi tempat bertelur ikan tersebut. Namun masih sedikit masyarakat yang memanfaatkannya.

Hanya belasan warga di kawasan Bendung Siwatu Desa Tanjung Kecamatan Ngombol yang menangkap anakan sidat dan menjualnya ke pembudidaya di Jawa Barat dengan harga Rp 200.000 perkilogram. Saat musim panen pada Maret - Agustus, seorang petani bisa menangkap hingga lima kilogram anakan sidat.

Belum ada petani yang berhasil membudidayakan sidat karena sulitnya mendapatkan pakan. Namun, peluang pasar ikan tersebut sangat besar karena Thailand, Taiwan dan Jepang membutuhkan anakan sidat untuk dibesarkan dan dikonsumsi warganya.

Menurutnya, pengembangan akan dilakukan secara bertahap mulai usulan pembenahan sarana BBU Jatimalang. "Budidaya sidat akan disosialisasikan dan pemerintah memfasilitasi teknologi pengembangannya," ungkapnya. (Jas)

sumber: http://krjogja.com/read/114414/bbu-jatimalang-layak-untuk-budidaya-sidat.kr

Tuesday, October 16, 2012

Sidat Ikan Ular Mampu Hidup di Segala Alam

Sidat ini walau berada di kegelapan air tampak jelas karena warnanya kuning perak, mirip ikan Arwana, tubuhnya lentur, panjang hingga 1 meter pada saat diameter seukuran uang koin. Sidat ini bertelur di laut kemudian setelah dewasa pergi ke ikan air tawar seperti sungai atau danau.

SIDAT terdengar asing nama hewan itu, apalagi bentuk dan rupanya juga belum terbayangkan bagi yang belum pernah 

melihat.Dari sisi bentuknya, sulit digolongkan apakah ikan atau ular. Karena binatang inipanjang seperti ular tapi di dekat kepala ada dua sirip di kiri kanan mirip lele, sehingga Sidat biasa disebut Ikan lain dari yang lain.

Hewan air ini hidup di Asia, Eropa, Selandia Baru dan biasa dipancing atau dijala warga pada malam hari. Sidat biasa hidup di lahan air tawar hingga dewasa kemudian pergi ke laut untuk bertelur dan kembang biak. Perjalanan itu sering kali bertepatan dengan banjir yang datang akibat angin kencang selama musim badai, ketika langit hitam pekat dan sungai mengalami pasang tertinggi. Praktis, Sidat seperti makhluk pecinta kegelapan.


Sidat betina mampu bertelur 30 juta butir di media air asin. Hewan ini pun tergolong ikan liar karena senang mencari makan sendiri. Sidat ini walau berada di kegelapan air tampak jelas karena warnanya kuning perak, mirip ikan Arwana, tubuhnya lentur, panjang hingga 1 meter pada saat diameter seukuran uang koin. Sidat ini bertelur di laut kemudian setelah dewasa pergi ke ikan air tawar seperti sungai atau danau.

Ditelusuri dalam sejarah, Sidat air tawar dari genus Anguilla adalah ikan purba. Sidat tersebut mulai ber-evolusi lebih dari 50 juta tahun kemudian bercabang menjadi 16 spesies dan tiga subspesies. Sebagian besar ikan yang bermigrasi, seperti salmon (Salmonidae) dan shad (Alosa), termasuk kelompok ikan anadromous, yakni memijah di air tawar dan setelah dewasa hidup di air asin. 

Sidat air tawar adalah salah satu dari sedikit ikan yang melakukan hal sebaliknya, pemijahan dilakukan di laut, lalu menghabiskan masa dewasa di danau, sungai, dan muara, pola kehidupan yang dikenal sebagai catadromy. Biasanya, sidat betina ditemukan di hulu sungai, sedangkan sidat jantan hidup di muara. Sidat dapat menghabiskan waktu puluhan tahun di sungai sebelum kembali ke laut untuk memijah, dan kemudian mati. 

Belum pernah ada yang menyaksikan pemijahan sidat air tawar dan bagi para ahli biologi Sidat, memecahkan misteri reproduksi Sidat masih tetap merupakan sesuatu yang sangat didambakan. Sidat air tawar melakukan reproduksi di laut karena ditemukan larva terapung di dekat permukaan yang berjarak ribuan kilometer dari pantai. Larva sidat makhluk berukuran kecil, transparan, berkepala tipis, dengan tubuh berbentuk seperti daun dedalu, dan gigi yang mengarah ke luar, semula dikira spesies yang berbeda dengan ikan.

Sampai tahun 1896 ketika dua orang ahli biologi Italia menyaksikan seekor larva bermetamorfosis menjadi sidat di dalam tangki. Sidat sangatlah gigih dalam upaya untuk kembali ke tempatnya bereproduksi di laut. Kemampuan sidat untuk bergerak memang menakjubkan. Sidat muncul di danau, kolam, dan lubang tempat menancapkan tiang, tanpa ada saluran yang jelas menuju ke laut, dan ini membuat orang yang penasaran menggeleng-gelengkan kepala. 

Pada malam yang basah, sidat diketahui menyeberangi tanah dari kolam ke sungai dalam jumlah ribuan sekaligus, saling menggunakan tubuh mereka yang lembap sebagai jembatan. Sidat muda pernah terlihat memanjat dinding tegak yang berlumut. Di Selandia Baru, orang sudah biasa melihat kucing membawa sidat ke depan pintu rumah peternakan, setelah menangkapnya di padang rumput.

Luar baisa! Sidat ternyata bisa hidup di air laut, air sungai, lumpur, ladang, bebatuan, sawah bahkan di padang rumput. Dengan mengesampingkan kemampuan adaptasi, migrasi jutaan sidat dewasa dari sungai menyeberangi lautan pastilah merupakan salah satu perjalanan paling hebat yang tak terlihat, yang dilakukan makhluk di planet ini, menyeberangi jarak ribuan kilometer.


sumber: www.sidatkita.blogspot.com

Monday, October 15, 2012

Memanggil Masapi di Tilangnga

Tilangnga
Tana Toraja salah satu daerah tujuan wisata yang sangat menarik. Destinasi wisata andalan Indonesia ini telah dikenal luas ketenarannya di mancanegara.

Potensi pariwisata yang dimilikinya bukan hanya budayanya. Sangat banyak objek wisata lain di Tana Toraja yang menjadi andalan, seperti keindahan panorama alamnya yang memiliki potensi pariwisata.

Alam Tana Toraja dikelilingi pegunungan. Objek wisata alamnya tersimpan indah di balik pegunungan kapur yang berdiri tegak. Di antaranya Tilangnga yang berada tepat di bawah pegunungan kapur. 

Tilangnga berada di Kelurahan Sarira, Tana Toraja. Jaraknya tiga kilometer dari jalan poros Rantepao atau sekitar 15 kilometer dari Rantepao.

Daya tarik utama Tilangnga adalah keberadaan beberapa ekor Moa atau belut berkuping yang hidup di dalam kolam alami. Kolam ini sering digunakan pengunjung untuk mandi.

Moa kerap keluar dari celah-celah bebatuan gamping yang mengelilingi kolam. Hanya saja, Moa yang dalam bahasa Toraja disebut Masapi tidak diketahui habitat sebenarnya. Ukurannya cukup besar, kira-kira sebesar betis orang dewasa. 

Tidak sembarang dan semua orang dapat memanggil masapi keluar dari "rumahnya". Hanya beberapa anak yang memiliki kemampuan untuk memunculkan Moa. Itupun dengan syarat tertentu.

Ranti, salah seorang  bocah yang bisa mengeluarkan belut dari celah batuan mengatakan, pengunjung harus membeli telur bila ingin melihat masapi. 

Bila syarat terpenuhi, Ranti terlihat cukup mudah memanggil beberapa ekor Moa keluar dari bebatuan. Hanya dengan menjentikkan jari ke dalam air dan berbekal sebutir telur bebek, Moa sudah menampakkan diri.

Suasana di sekitar kolam Tilangnga cukup teduh dan berudara sejuk. Di sekeliling kolam tumbuh pepohonan jati putih dan bambu. Air kolam  sangat jernih. Saking jernihnya, bebatuan di dasar kolam bisa terlihat dari permukaan.

Pengunjung diperbolehkan mandi dan berenang di kolam yang di dalamnya hidup moa atau masapi. Meski airnya dingin tapi justru membuat tubuh menjadi segar. Hanya saja, jangan mandi menggunakan sabun untuk menjaga kelangsungan hidup Moa. 

Jika tidak ingin mandi, cukup duduk santai di batu sekitar kolam sambil merendamkan kaki di dalam dinginnya air kolam. Bila beruntung, Moa berukuran besar yang juga sering disebut Raja Moa bisa terlihat.

Seorang penjaga objek wisata Tilangnga bernama Lukas Tendeng mengungkapkan, Moa bisa membawa keberuntungan. Apalagi, bila Moa yang terlihat berwarna hitam dan putih atau biasa disebut Masapi Bonga.

Cukup banyak cerita berbau mistik di balik keberadaan Moa di kolam permandian Tilangnga. Namun, justru cerita mistik itu yang membuat objek wisata ini tidak pernah sepi kendati yang ditemui hanya kolam air biasa saja.

Tarif masuk terbilang murah. Anak-anak dikenakan Rp1000 per orang orang dan dewasa Rp5000. Wisatawan mancanegara dikenakan tarif lebih mahal yakni, Rp10.000 per orang. 

Pengelola permandian Tilangnga sengaja membuat kawasan objek wisata tetap alami apa adanya. Kondisi seperti inilah yang sering digemari wisatawan, terutama dari mancanegara. (iad)

sumber: http://www.fajar.co.id/20120108004817-pariwisata-sulsel-memanggil-masapi-di-tilangnga#.UHUdqnglF5M.blogger

Sunday, October 7, 2012

Perusahaan Jepang Investasi Pengolahan Sidat


TEMPO.CO, Banyuwangi - PT Iroha Sidat Indonesia, perusahaan asal Jepang, menanamkan modalnya sebesar Rp 62 miliar untuk budi daya dan pengolahan ikan sidat di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal kabupaten Banyuwangi, Yoppy Bayu, mengatakan perusahaan tersebut bekerja sama dengan anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yakni PT Suri Tani Pemuka, perusahaan pengolahan udang yang sudah lebih dulu beroperasi di Banyuwangi.

Menurut Yoppy, informasi soal investasi PT Iroha tersebut berdasarkan surat yang diterima dari Badan Koordinasi Penanaman Modal pada Juni 2012 lalu. "Perusahaan tersebut masih mengurus perizinan di pemerintah pusat dan provinsi," katanya kepada Tempo, Senin, 13 Agustus 2012. 

Yoppy mengatakan rencananya kapasitas produksi perusahaan pengolahan sidat itu sebesar 1.000 ton per tahun. Seluruh hasil pengolahan akan diekspor ke Jepang.

Ikan sidat atau dalam bahasa latinnya anguilla rostrata merupakan makanan favorit warga Jepang. Menurut Yoppy, perusahaan Jepang itu tertarik berinvestasi di Banyuwangi karena bahan bakunya tersedia dalam jumlah banyak. 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi, Pudjo Hartanto, mengatakan produksi sidat di Banyuwangi berkisar 10 ton per bulan. "Ada 10 kelompok tani yang melakukan pembesaran sidat di Banyuwangi," katanya.

Menurut Pudjo, belum ada teknologi di Indonesia yang mampu membudidayakan sidat. Karena, ikan tersebut punya cara hidup yang unik. Saat kecil sidat hidup di laut ,sedangkan bila akan bertelur sidat berada di sungai.

Karena terbatasnya sidat ini, harganya pun melambung. Satu kilogram sidat bisa dibanderol antara Rp 125 ribu hingga Rp 200 ribu. 

Harga mahal juga disebabkan kandungan protein yang dipercaya dapat menyembuhkan kolesterol. 

IKA NINGTYAS

http://www.tempo.co/read/news/2012/08/13/090423162/Perusahaan-Jepang-Investasi-Pengolahan-Sidat

Saturday, October 6, 2012

Desa Larike, Menjaga Sidat Raksasa

Warga Desa Larike, Ambon menjaga ikan sidat raksasa yang
semakin langka, hidup aman di sungai mereka.
Puluhan sidat (Anguilla sp) yang panjangnya rata-rata lebih dari satu meter dengan diameter di atas 10 sentimeter, segera datang begitu Abdullah Sia (43) menuangkan air bercampur darah ikan laut.

Sidat yang menyerupai belut raksasa itu, hidup terjaga di sungai di Desa Larike, Kecamatan Leihitu, Ambon, seperti terpantau pada hari Minggu (24/6/2012) ini. Aturan adat melarang warga mengambil ikan yang biasa berkembangbiak di lautan dalam ini.

Setelah menetas, benih sidat biasanya akan masuk ke sungai-sungai yang cocok habitatnya dan tumbuh besar di perairan tawar hingga usia puluhan tahun.

"Waktu saya kecil, ikan ini memang sudah ada. Kami bisa menyebutnya morea. Tetapi, setelah tahun 2000 jumlahnya makin banyak dan ukurannya besar-besar," kata Abdullah.

Pagi itu, puluhan ikan sidat raksasa dengan lahap menyerbu ikan laut yang diberikan Abdullah. Gerombolan sidat itu datang dari cerukan kecil di tebing sungai, lalu menuju Abdullah berdiri. Tubuh sidat yang besar, menggelepar di air dangkal, saling berebut ikan. Walaupun bentuknya mengerikan, sidat itu begitu jinak.

"Banyak turis yang ke sini untuk mengambil gambarnya. Ikan ini terjaga di Larike," katanya.

Selain di Larike, ikan sidat juga bisa ditemukan di kolam air di Desa Waai, Kecamatan Tuhelu, Ambon. Di desa ini, sidat ini juga menjadi daya tarik wisata dan biasa diberi makan telur ayam atau sisa-sisa makanan dapur.

Bagi masyarakat Jepang dan Korea, sidat merupakan salah satu makanan favorit dan berharga mahal. Sidat dipercaya kaya kandungan gizi. Ikan ini saat ini terus menyusut populasinya dan belum bisa dikembangbiakkan.

Editor :Agus Mulyadi

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/06/24/12292683/Desa.Larike.Menjaga.Sidat.Raksasa

Saturday, March 24, 2012

Menekuni Sidat Menuai Sukses

Tak ada yang menyangka lelaki yang tiap hari bergumul dengan empang ini sebenarnya lulusan teknik. Saiful Hanif sejatinya tak paham tentang perikanan. Namun dengan tekun bertanya sana-sini, warga Gunung Bunder, Kabupaten Bogor itu pun sukses berbudidaya ikan sidat.

Uniknya, ikan yang dikembangkan Saiful Hanif justru ikan yang masih terbilang jarang di pasar Indonesia. Ikan Sidat atau Eel (Anguilla Bicolor) menjadi andalan Saiful Hanif untuk bertarung di pasar ikan Indonesia.

Hanif bukan tanpa alasan berbudidaya Sidat. Menurtnya, berbudidaya ikan merupakan usaha yang beresiko rendah dan berprofit bagus. Ia pun kini menjadi peternak panutan dalam budidaya Sidat.

Meski berangkat dari babak-belur dan gelontoran modal yang tidak sedikit, hanif merasa tidak memperoleh apa-apa ketika ia tidak berbagi. Akhirnya ia pun berbagi ilmu lewat pelatihan-pelatihan yang diselenggarakannya.

Kini , Hanif telah memiliki 'murid' sekitar 80 orang yang mengikuti jejaknya beternak sidat. Bahkan murid-muridnya pun ikut sukses. (*)




















Saturday, March 10, 2012

Minyak Anguilla - Minyak Sidat - 鳗鱼油 - Eel Oil

 Kapsul Lunak Minyak Anguilla - 鳗鱼油软胶囊 - Eel oil soft capsule
Minyak Anguilla adalah minyak alami yang di peroleh dari sumsum tulang Anguilla segar, Anguilla adalah spesies ikan yang sangat berkhasiat dengan kandungan protein-Vitamin D, vitmin E, mukoprotein yang sangat baik, Minyak Anguilla ini sudah diakui benyak negara misalnya Korea, China, dan Jepang sebagai jenis makanan alami pencegahan dan pemeliharaan kesehatan tingkat tinggi, yang diambil dari sumsum tulang dalam vertebra Anguilla segar melalui teknologi biokimia yang canggih dan modern. Pemrosesannya lebih dari 100 jam untuk pengekstrakan, di mana 70 ekor Anguilla hanya menghasilkan 500 mg Minyak Anguilla.


Kandungan


  • Alkoksi gliserin (AKSs) 烷氧基甘油
  • Asam Dokoheksaenoat (DHA) 二十二碳六烯酸
  • Asam Eikosapentaenoat (EPA) 二十碳五烯酸



Fungsi

  • Dapat mencegah penyakit kanker.
  • Dapat menguatkan tubuh dari yang lemah, misalnya menyuburkan sel sperma dalam epidimis dan meningkatkan gairah sexualitas.
  • Melambatkan dan mengurangkan proses penuaan.
  • Membantu penyembuhan penyakit rabun jauh, rabun dekat, glukoma, dan penyakit mata kering yang disebabkan karena mata terlalu lelah.
  • Membantu perkembangan otak besar, meningkatkan daya ingat, memperlambat penyusutan sel syaraf otak besar, dan menghindari penyakit dimensia.
  • Memelihara stamina tubuh, meningkatkan kesehatan bayi dan membuat tubuh lebih sehat dan segar.
  • Memperbaiki dampak terpaparnya radiasi komputer, telepon dan radiasi tivi.
  • Memperbaiki peredaran darah mikro, memelihara postur tubuh dan perawatan dan kecantikan kulit.
  • Memperbaiki sirkulasi kapiler, mempertahankan tekanan darah normal, mengobati penyakit pembuluh darah otak.
  • Menangkal radikal bebas dan anti penuaan.
  • Mengatur imunitas tubuh.
  • Mengurangi lemak darah dan melembutkan saluran darah.
  • Meningkatkan fungsi imunitas tubuh, dan membantu penyembuhan penyakit asma.
  • Menurunkan kandungan lemak tak baik didalam darah, menghindari penyakit aterosklerosis.
  • Menyehatkan dan memelihara fungsi kerja otak, meningkatkan kecerdasan otak dan menguatkan daya ingat.
  • Merangsang sistem imun, mencegah & merawat berbagai penyakit.
  • Sangat baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Sebagai anti-oksidan, menghilangkan racun, memperlambat penuaan.



Manfaat

1. Merangsang Fungsi Imunologi, Mencegah & Merawat Berbagai Penyakit.



Imunitas adalah faktor penting yang dapat menentukan tubuh manusia sehat atau tidak. 99 % penyakit dalam tubuh manusia disebabkan oleh ketidakseimbangan pada fungsi imunitas. AKGs adalah bahan yang amat bermanfaat untuk merangsang kekebalan tubuh. AKGs dapat merangsang aktivitas system kekebalan tubuh ke tahap maksimum, menangkal bakteri dan virus yang menyerang tubuh manusia, membersihkan racun, dan bahan-bahan negatif lainnya yang dapat menyebabkan kelainan dalam metabolisme tubuh, dan memainkan peranan "mencegah terjadinya penyakit' dan "mengobati penyebab penyakit" untuk mengobati berbagai penyakit (seperti flu, demam, pilek, dan sebagainya) yang disebabkan karena daya tahan tubuh lemah.
Minyak Anguilla mengandung AKGs sebesar 20 - 80 % dan aspek Minyak Anguilla ini merupakan penyempurnaan dari makanan kesehatan yang lain. Pengalaman klinik membuktikan bahwa mereka yang mengambil Minyak Anguilla dalam beberapa lama, mempunyai sel-sel imun yang sangat aktif dalam badan. Minyak Anguilla mengandung AKGs yang dalam jumlah banyak sangat  bermanfaat untuk mencegah dan merawat berbagai penyakit yang disebabkan karena daya tahan tubuh yang lemah. Minyak Anguilla dapat mencegah demam, pilek, dan flu, dan membantu dalam pengobatan asma., alergi, sembelit, dan dermatitis, dan juga dapat meringankan rasa sakit, mempercepat penyembuhan luka, dan menurunkan kadar gula darah.

2. Menangkal radikal bebas & Anti-aging.

Radikal bebas adalah zat-zat berbahaya yang dihasilkan dari proses oksidasi dalam tubuh manusia. Radikal bebas sangat aktif dari segi sifat kimia nya dan dapat bergabung dengan lemak di dalam tubuh manusia untuk membentuk lipofusin yang akan menjadi "plak senile" apabila radikal bebas ini menempati di atas permukaan yang sesuai. Jika berkumpul dalam syaraf serebrum, lipofusin dapat menyebabkan dementia senile dan dapat mempengaruhi saluran darah dalam system peredaran darah. Lipofusin dapat merusakkan sel-sel manusia. Peningkatan radikal bebas dalam sel manusia adalah sesuatu petunjuk penting dalam peningkatan usia. AKGs yang terkandung dalam Minyak Anguilla adalah sejenis antioksidan kuat dan mempunyai kesan unik dalam menangkal radikal bebas. AKGs dapat menembus membran seluler dan masuk ke dalam sel dan menghilangkan bahan teroksida berbahaya yang disebut radikal bebas. Kebanyakan antioksidan tradisional menangkal radikal bebas yang berada di luar sel dan terdapat sedikit saja yang dapat menembus membran dan memberi kesan di dalam.  AKGs adalah hanya salah satu dari beberapa antioksidan yang berfungsi di dalam sel.

3. Imunoterapi, Pencegahan Kanker.

Pada tahun 1980-an, dua orang peneliti Jepang mula-mula menemukan sejenis komponen asing dalam hati ikan hiu yang mempunyai kesan unik. Kemudian pada tahun 1958, para peneliti Jepang mecoba melakukan metode transplantasi sumsum untuk mengobati leukositemia. Dalam penelitian mereka, mereka menemukan terdapatnya suatu komponen yang mempunyai kesan jelas dalam pengobatan leukositemia dan kanker lainnya. Akhirnya, mereka melakukan penelitian lebih lanjut mengenai minyak hati ikan hiu dan menemukan bahwa komponen  tersebut adalah AKGs (Alkoksi gliserin).
Pekerja-pekerja dunia medis pertama kalinya menemukan manfaat AKGs dalam pengobatan dan pencegahan kanker pada tahun 1970-an, dengan itu mencetuskan pengaruh dalam dunia pengobatan. Penelitian pada abad yang berikutnya telah mendorong pencapaian pengetahuan yang lebih luas mengenai pencegahan dan pengobatan kanker dengan AKGs dan banyak karya tulis ilmiah mengenai hal ini telah diterbitkan mengakui bahwa AKGs dapat menurunkan tingkat regenerasi sel tumor, memperlambat pertumbuhan tumor, menghalangi pertambahan berat tumor, dan mengatur pemindahan tumor dengan system imunitas.
Baru-baru ini, praktisi kesehatan di China juga mencapai keberhasilan dalam mengobati kanker melalui system imunitas. Banyak penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa salah satu sebab penting bagi penyebab kanker dalam tubuh adalah masalah system imuniitas, akan tetapi sel tumor dapat mengecil dan dimusnahkan dengan sel imun yang jumlahnya lebih banyak dari sel tumor. Dari aspek klinikal, kebanyakan pesakit tumor mengalami pengecilan tumor mereka dengan jelas setelah mengambil penyediaan imun. "Neoimunoterapi" yang baru-baru ini didukung oleh dunia pengobatan pada masa kini, mengumumkan bahwa pengambilan perangsang imun sangat efektif untuk mengaktifkan sel anti-kanker dalam tubuh dalam menghapus sel kanker. Minyak Anguilla adalah sangat bermanfaat dalam mencegah dan merawat kanker karena AKGs yang terkandung sangat banyak adalah salah satu dari perangsang imun yang sangat berkesan dan sangat baik.

4. Memelihara Kesehatan Bayi & Menguatkan Tubuh.

Air susu ibu (ASI) mengandung AKGs yang sangat banyak. Bagi bayi baru lahir, perrtumbuhan dan penyempurnaan system imunnya dan daya tahannya terhadap penyakit sangat bergantung pada AKGs yang didapatkan dari ASI.
Pada zaman dahulu, banyak orang menyadari bahwa anak-anak dapat menjadi sehat, berisi, dan cerdas jikalau mereka diberi ASI, namun sebabnya kurang jelas hingga sekarang. Masalah ini terjawab bahwa ASI mengandung AKGs yang merupakan sebab luar biasa yang mendasari kesehatan anak-anak. Tetapi kandungan AKGs dalam Minyak Anguilla adalah lebih banyak daripada kandungannya dalam ASI. Oleh karena itu, kita menganjurkan bahwa wanita hamil dan wanita yang menyusui untuk mengambil Minyak Anguilla dalam jumlah yang lebih sehingga dapat dimanfaatkan bagi ibu dan bayi. Kita juga menganjurkan untuk bayi yang disapih lebih awal untuk mengambil Minyak Anguilla dalam jumlah lebih.

5. Mencerdaskan Otak, Membangun Kecerdasan & Menguatkan Daya Ingat.

DHA adalah komponen utama sel syaraf serebrum dan sitoplin di atas retina, dan merupakan bahan yang sangat diperlukan yang dapat mengaktifkan otak dan membuat keadaan penglihatan menjadi lebih baik. Di samping itu, AKGs dapat melindungi serebrum dari radikal bebas. Oleh karena itu, pengambilan Minyak Anguilla dapat membantu pertumbuhan serebrum anak-anak, meningkatkan IQ, mempertahankan aktivitas otak golongan usia pertengahan tahun dan tua, dan mencegah pikun.

6. Mengurangi Lemak Darah & Melembutkan Saluran Darah.

Lemak yang terlalu banyak dalam saluran darah dapat menyempitkan dan merapuhkan saluran darah, dengan itu mengakibatkan sklerateroma arteri dan lebih parahnya thrombosis serebrum, pendarahan serebrum, dan infact miokardium. EPA dan DHA yang terkandung dalam Minyak Anguilla adalah bermanfaat untuk mengurangi kekentalan darah dan kolesterol, melembutkan dan membersihkan saluran darah, dan mencegah dan merawat berbagai jenis penyakit-penyakit kardio / serebrovaskuler.

7. Memperbaiki Mikro-Peredaran Darah, Menjaga Bentuk Badan, Membuat Wajah Cantik.

Minyak Anguilla dapat menghilangkan lemak darah yang dapat menyekat kapiler pada wajah untuk meningkatkan mikro-peredaran  darah pada wajah. Di samping itu, dengan adanya manfaat terhadap daya tahan tubuh, wajah dapat menjadi kebal terhadap bakteri dan virus. Kulit wajah dapat menjadi licin dan lembut karena memperoleh zat gizi dan kelembapan yang mencukupi. Asam linoleat, dan linolenat yang terkandung dalam Minyak Anguilla dapat merealisasikan kecantikan dan menghapus bintik-bintik, dengan itu menaikkan nama Minyak Anguilla sebagai sesuatu produk penjagaan kulit alami kwalitas tinggi. Karena dapat menembus masuk, mengaktifkan dan membunuh bakteri.

8. Menguatkan Badan Menyegarkan Yang Lemak & Meningkatkan Inti Tubuh.

Penelitian telah membuktikan bahwa Minyak Anguilla dapat meningkatkan kapasitas tubuh untuk melawan kekurangan oksigen, dan mempunyai manfaat dalam melawan stress. Disamping itu, Minyak Anguilla juga dapat meningkatkan kwalitas sperma dalam epididimis dan menigkatkan fungsi seks.



Pengguna :




  • Mereka yang mempunyai daya tahan tubuh yang rendah.
  • Mereka yang memiliki lemak darah tinggi.
  • Mereka yang suka mengkonsumsi makanan kaya lemak dan protein tinggi.
  • Mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi.
  • Mereka yang mengalami penyakit jantung koroner.
  • Mereka yang terlalu banyak menggunakan otak dan sering lelah.
  • Mereka yang penglihatannya letih karena terlalu lama mendapat radiasi komputer, telepon genggam dan televisi.
  • Mereka yang mudah stres dalam pekerjaan.
  • Mereka yang bekerja di bawah tekanan dan tidak mempunyai waktu untuk memelihara kesehatan.





Cara Bekerja




  • Alkoksi gliserin (AKGs) 烷氧基甘油, merupakan elemen utama bagi leukosit manusia dengan kandungan sebesar 20 – 80 %, dan dalam dunia pengobatan antar bangsa merupakan antioksidan ajaib, dapat memperkuat fungsi imunitas tubuh dengan cara merangsang terbentuknya sel imunitas dan meningkatkan aktivitasnya. AKGs merupakan sejenis bahan yang dibuat dalam badan manusia secara alami dan terdapat pada organ-organ keimunan utama seperti sumsum, timus, kelenjar limfa, hati, dan sebagainya. Fungsi utamanya adalah untuk merangsang penciptaan imunosit, miningkatkan jumlah leukosit (sel darah putih), limfosit dan hematoblas (sel limpa dan keping darah), membantu pengaktifan imunosit, menguatkan kekebalan tubuh, dan membersihkan radikal bebas di dalam sel.
  • Asam Dokoheksaenoat (DHA) 二十二碳六烯酸, adalah sejenis asam lemak yang tidak jenuh, sejenis zat gizi penting yang tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia sendiri tetapi sangat diperlukan. DHA merupakan zat yang diperlukan untuk perkembangan otak bayi, terutama mempunyai fungsi sangat penting untuk pertumbuhan syaraf otak. DHA dapat mengaktifkan sel-sel otak, dan meningkatkan daya ingat. Sebagai asam lemak yang diperlukan oleh otak manusia, DHA juga disebut “emas otak” dan memiliki nilai pengobatan yang sangat tinggi.
  • Asam Eikosapentaenoat (EPA) 二十碳五烯酸, adalah sejenis asam lemak yang tidak jenuh, juga merupakan sejens zat gizi penting yang tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia, tetapi sangat diperlukan. EPA dapat mempercepat penguraian kolestrol dan trigliserida, memperbaiki metabolisme lemak yang buruk serta mengurangi endapan dan kelebihan lemak di dinding pembuluh darah, menurunkan kadar lemak darah, dan mengendurkan saluran darah. Oleh karena itu, EPA dikenal sebagai “pemakan bangkai saluran darah” dan dan mengkonsumsinya dapat menurunkan kadar lemak darah serta mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah otak.
  • Asam Dokoheksaenoat (DHA) 二十二碳六烯酸 dan  Asam Eikosapentaenoat (EPA)  二十碳五烯酸 merupakan asam lemak tak jenuh. Keduanya dapat meningkatkan pelunakan membran sel, sehingga aktivitas sel-sel imunitas meningkat, termasuk dalam membasmi sel tumor. DHA  dan EPA  juga dapat memperlambat penyusutan otak besar, mencegah kemunduran fungsi otak besar dan timbulnya dimensia.



Daftar Pustaka