Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Wednesday, November 28, 2012

"Profesor Tikus" dari Pinrang

Ijazah hanya sampai SMP, tapi gelar ”profesor” melekat pada namanya. Berkat kepiawaiannya merancang perangkap tikus, tanaman padi di Pinrang, Sulawesi Selatan, bisa terbebas dari hama pengerat itu. Bangkai tikus ia fermentasi menjadi pupuk organik. Karya ini mengantarnya meraih predikat Petani Teladan Tingkat Nasional.

Itulah Anas Tika (40), petani yang merangkap penyuluh swakarsa di Kecamatan Cempa, Pinrang, sekitar 250 kilometer utara Makassar, Sulsel. Bertahun-tahun tanaman padinya dimangsa tikus, lalu terbetik ide membuat perangkap tikus.

Percobaan itu mulai dirintis tahun 1992. Kala itu, ia galau setiap kali gerombolan tikus menyerbu tanaman padinya. Sekali serbu, bulir-bulir padi yang mulai berisi musnah. Tak hanya kerugian materi untuk benih dan pupuk, tetapi juga tenaga.

Diam-diam ia mengamati perilaku tikus yang suka bersarang di pematang sawah. Ia juga menemukan pola penyerbuan kawanan tikus pada malam hari, dengan lebih dulu menyusuri pematang sawah.

Anas membangun tembok di sekeliling sisi luar pematang sawahnya. Tembok berupa cor semen dan pasir itu menyerupai benteng setinggi 70 sentimeter (cm) dengan ketebalan 10-15 cm. Bagian luar tembok dipoles semen sampai mulus. Dengan permukaan tembok yang halus dan licin, tikus kesulitan memanjat dan menjangkau tanaman padi.

Pada bagian bawah tembok, 10 cm dari permukaan tanah, dibuat lubang berdiameter 5-7 cm (kira-kira seukuran lingkar badan tikus dewasa). Lubang itu tembus dari bagian luar tembok hingga dalam. Ibaratnya, Anas mencoba berbaik hati pada tikus dengan menyediakan lubang masuk ke sawah. Untuk tembok yang mengelilingi lahan 1 hektar, jumlah lubang yang dibuat 70-80 buah.

Pada bagian dalam tembok, khususnya di mulut lubang bagian dalam, dipasang kotak perangkap berbahan kawat ram. Kotak ini menyerupai perangkap tikus yang lazim dijual di pasar atau toko bahan bangunan.

Mulut kotak perangkap dilekatkan menganga persis pada lubang. Lalu, pada bagian mulut lubang dibuatkan semacam bubu, mirip alat tangkap ikan tradisional. Ukuran bubu dibuat sedemikian rupa agar tikus yang telanjur masuk perangkap sulit lolos keluar tembok.

Dalam semalam, satu lubang bisa menjerat 5-7 tikus. Bayangkan, berapa ratus tikus yang masuk pada 70-80 kotak perangkap yang ia tebar keliling sawah.

”Pada malam hari riuh sekali suara cicit-cicit tikus yang terperangkap,” tutur Anas.

Simbiosis dengan kucing

Kalaupun ada tikus yang sempat lolos atau mencoba meloncati pagar tembok dari luar pematang sawah, Anas tak merasa risau. Belasan kucing peliharaannya siap menerkam tikus yang lolos dari jeratan.

Kucing-kucing Anas dibiasakan ke sawah pada malam hari. Di rumah, kucing-kucing itu sengaja tak diberi makan kenyang. Dengan begitu, naluri kucing menangkap tikus tumbuh dan terasah.

Anas paham betapa naluri tikus untuk melahap begitu tinggi begitu mencium bau bulir-bulir padi di tanah. Untuk itu, pada salah satu sudut lahan yang dikelilingi tembok, ia siapkan petak persemaian padi. Pada saat tanaman padi yang utama mulai berbuah, ia juga menebar benih di petak persemaian itu. Benih yang disemai memancing tikus berdatangan.

Tikus yang masuk perangkap dibenamkan ke air saluran tersier hingga mati. Setelah itu, bangkainya ditumpuk dalam sebuah sumur fermentasi. Dalam 2-3 pekan, cairan dari bangkai ditampung untuk dijadikan pupuk di persemaian padi.

Sebagian dari komponen bangkai itu disimpan Anas. Ia mengantisipasi kemungkinan ada pihak yang berminat meneliti hewan pengerat ini. ”Siapa tahu ada orang yang tertarik meneliti gigi dan rahang hewan pengerat itu,” katanya.

Irigasi memadai

Pola pertanian di desa Anas ditopang potensi pengairan dan irigasi yang memadai. Aliran air dari Bendung Benteng yang bersumber dari Sungai Saddang sepanjang tahun menyuplai persawahan di Pinrang dan Sidrap. Dua daerah ini dikenal sebagai lumbung beras Sulsel.

Atas ide ”gila” itu, Anas meraih predikat Petani Teladan 2008. Saat itu, ia diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengikuti Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI. Sejak itu, ia kerap dijuluki ”profesor tikus” oleh warga setempat. Peneliti hama berdatangan menjadikan dia sebagai narasumber.

Awalnya Anas sempat dicemooh warga sebagai orang sinting. Sang istri, Hj Sakka (30), sampai ngambek dan minta dipulangkan ke rumah orangtuanya. Pasalnya, selain biaya untuk perangkap itu relatif mahal bagi petani, masih diperlukan pembuktian.

Anas mampu membuktikan, biaya sekitar Rp 30 juta yang dikeluarkan untuk perangkap itu bersifat investasi. Hanya sekali dibangun, selanjutnya bertahun-tahun dimanfaatkan dan terus dipetik hasilnya.

Sekali panen, Anas mampu meraup hasil penjualan gabah Rp 24 juta, dengan produksi 7 ton per hektar (ha). Harga gabah Rp 3.400 per kilogram (kg). Setelah dikurangi ongkos kerja dan sarana produksi (benih, pupuk, dan obat-obatan) Rp 5 juta, penghasilan bersih sekali panen Rp 18 juta.

Jika setahun panen tiga kali, berarti Anas meraih penghasilan sekitar Rp 54 juta per tahun. Itu baru dari 1 hektar lahan. Padahal, kini, Anas menggarap 3 hektar sawah—1 hektar miliknya sendiri dan 2 hektar punya kerabatnya. Bahkan, dengan menanam padi jenis hibrida, ia bisa panen sampai empat kali dalam masa 13 bulan. Penghasilannya bisa lebih dari Rp 100 juta setahun.

Sosok Anas mampu membalik anggapan umum terhadap petani selama ini. Untuk mengontrol tanaman padinya di sawah, Anas tak selalu berjalan kaki dengan memanggul pacul. Sesekali ia naik mobil Toyota Rush.

Hasil dari bertani menopang tekad keluarga itu untuk menyekolahkan dua anaknya hingga perguruan tinggi. Anas ingin kedua anaknya kelak menjadi petani modern. Anak sulungnya, Eka Pertiwi, kini duduk di SMK pertanian. Si bungsu, Eko Budiman, kelak diarahkan mengikuti kakaknya.

Anas pun menjadi ikon petani di daerahnya. Selain sebagai ketua kelompok tani nelayan andalan di daerah itu, seabrek peran lain juga ia lakukan, termasuk menjadi penyuluh swakarsa. Kisah sukses sebagai petani ia bagikan gratis kepada petani lain.


***

Anas Tika
• Lahir: Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan, 18 Desember 1972
• Pendidikan: SD-SMP di Cempa, Pinrang
• Istri: Hj Sakka (30)
• Anak: Eka Pertiwi, Eko Budiman
• Prestasi: Petani Teladan Tingkat Nasional 2008

• Aktivitas:
- Penyuluh swakarsa
- Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Cempa, Pinrang
- Ketua Gabungan Petani Pemakai Air Tanete, Cempa
- Ketua Kelompok Tani Tanete, Cempa


Link

Wednesday, October 31, 2012

DPR Setujui Rp 150 Miliar Untuk Sistem Logistik Ikan Nasional


Program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berjalan mulus. Program yang digagas untuk mendukung ketahanan pangan nasional ini, juga mendapat sinyalemen positif dari DPR. Dimana anggaran sebesar Rp 150 Miliar yang diajukan KKP disetujui oleh DPR RI. “Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI kemarin, telah disetujui sebesar Rp 150 miliar untuk memperkuat program SLIN dan Lumbung Ikan Nasional (LIN),” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo Sharif di Jakarta, Sabtu (27/10).

Sharif menjelaskan, SLIN merupakan langkah strategis pemerintah dalam memberikan jaminan terhadap ketersediaan, stabilitas harga, ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terkait hal itu untuk menunjang SLIN, KKP akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 miliar untuk membangun 36 pangkalan pendaratan ikan (PPI), jetty terapung, serta pengadaan sarana air bersih di pelabuhan perikanan.  Sebagian dari dana tersebut, akan digunakan untuk membebaskan lahan di Provinsi Maluku. Nantinya, lahan tersebut akan dibangun cold storage, industri perikanan dan lain-lainnya.”Keberadaan cold storage sangat penting, agar dapat menampung berbagai hasil produksi perikanan yang diambil dari daerah sentra produksi di kawasan perairan Indonesia bagian timur,” jelasnya

Menurut Sharif, melalui penguatan SLIN diharapkan arus pergerakan komoditi ikan dapat berjalan dengan lancar dan efesien dari hulu ke hilir.  Apalagi, selama ini permasalahan distribusi ikan dari sentra produksi yang terletak di wilayah timur ke sentra-sentra pasar  di wilayah barat  belum optimal dan terpadu. Sedangkan di sisi lain kontuinitas pasokan sangat diperlukan sebagai kebutuhan konsumsi dan industri pengolahan perikanan. Maka dari itu, SLIN dapat memberikan jaminan terhadap ketersediaan, stabilitas harga, ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Untuk mendukung SLIN, pada 2013 KKP berencana akan menyalurkan anggaran Rp 351,5 miliar untuk membangun 36 Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), jetty terapung, serta pengadaan sarana air bersih di pelabuhan perikanan,”tambahnya.

Pembebasan lahan Program SLIN dan LIN menurut Dirjen Perikanan Tangkap Heryanto Marwoto, sudah banyak mengalami perkembangan positif. Salah satunya terlihat pada progres pengadaan lahan. Dimana, untuk merealisasikan SLIN dan LIN setidaknya dibutuhkan lahan yang memadai di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) terutama yang berlokasi di Provinsi Maluku. Bahkan kini KKP sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk membebaskan lahan warga disana. “Sejauh ini perkembangannya positif. Bahkan, masyarakat disana sudah menyetujui lahan seluas 4 ha itu dibebaskan. Sehingga hal ini dapat mempermudah kita untuk mempercepat program Sistem Logistik Ikan Nasional.” Jelasnya.

Terkait Lumbung Ikan Nasional (LIN), menurut Marwoto setidaknya dibutuhkan rencana pengelolaan perikanan bagi Provinsi Maluku. Rencana pengelolaan perikanan tersebut dapat mengatur, jumlah ikan yang bisa ditangkap, penggunaaan alat tangkap, cara pendaratan ikan, penanganan pemasaran serta distribusi ikan dari sentra produksi ke sentra pasar. Untuk mempercepat realisasi program SLIN dan LIN sektor swasta bisa berkontribusi atas pengembangan industrialisasi perikanan tangkap. “Sejauh ini KKP berhasil menggandeng pihak swasta, tercatat telah menanamkan investasinya di industrialisasi perikanan tangkap hingga Rp14 triliun. Investasi tersebut meliputi UPI, pengadaan kapal, dan pembangunan pabrik es,” jelasnya.

Marwoto menegaskan, untuk memperkuat SLIN, KKP terus berkonsentrasi mengembangkan industrialisasi perikanan tangkap. Seiring dengan itu, KKP akan membenahi tiga hal dasar dalam industrialisasi perikanan tangkap. Pertama, sistem pengelolaan dan pelayanan pelabuhan. Kedua, membekali nelayan dalam menangani ikan yang didaratkan. Terakhir, mempermudah proses pelayanan perijinan. Adapun implementasi program tersebut bisa pada industrialisasi perikanan tangkap yang telah berjalan dengan baik yakni di Bitung.  Bitung merupakan model industrialisasi perikanan tangkap yang ideal, karena lokasinya yg strategis serta sarana dan prasarana yang memadai.  “Pada 2013, KKP akan menetapkan 11 lokasi model percontohan industrialisasi perikanan tangkap. Yakni, 5 lokasi pelabuhan perikanan untuk komoditas tuna tongkol cakalang (TTC) dan 6 lokasi pelabuhan untuk komoditas non-TTC (pelagis kecil dan udang). Sejalan dengan itu, sebanyak 20 pelabuhan perikanan akan dikembangkan pada tahun depan,” paparnya.

Sementara itu, Dirjen P2HP, Saut P Hutagalung menambahkan, Sistem Logistik Ikan Nasional merupakan langkah terpadu untuk menunjang industrialisasi kelautan dan perikanan yang diusung KKP. SLIN bertujuan untuk memperlancar arus distribusi ikan antara dua sentra yakni sentra produksi yang terletak di wilayah timur ke sentra-sentra pasar di wilayah barat. SLIN termasuk di dalamnya Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, akan disiapkan fasilitas penunjang seperti tempat penyimpanan ikan berupa air (ABF), cold storage, pabrik es yang terintegrasi secara terpadu terhadap kapal pengangkut ikan. Terkait Cold Storge dengan kapasitas besar terpasang diatas 300 ton, bisa menarik minat pihak swasta untuk membangun sarana tersebut di wilayah yang kurang diminati..“Semua program Ini merupakan sinyalemen kuat KKP untuk memperkuat SLIN, dan terus berupaya menggandeng pihak swasta,” jelasnya.


Jakarta, 27 Oktober 2012                                                                     

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi 
Indra Sakti, SE, MM 


sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia http://kkp.go.id

Monday, October 29, 2012

Ribuan Ikan Mati Cemari Sungai Martapura



Sungai Martapura-Kalimantan Selatan- yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat yang berada di sekitar sungai tersebut hari ini (Senin, 29 Oktober 2012) tercemar.

Ribuan ikan mati terapung di atas sungai yang mengalir pelan. Ikan yang mati kebanyakan adalah jenis ikan nila. Sepanjang pengamatan Saya yang berada di pinggiran sungai Martapura ini, sudah hampir dua jam sungai ini dipenuhi dengan ikan mati tersebut.

Kemungkinan besar ikan nila ini adalah ikan yang dibudidayakan oleh petani ikan dengan keramba di hulu sungai Martapura.

Hal ini sebenarnya sering terjadi jika musim kemarau datang. Ikan mati di sepanjang sungai sudah sering kita dapati saat air sungai surut. Namun kali ini jumlah ikan yang mati begitu banyak, hingga kuat dugaan ikan ini berasal dari keramba.

Penyebab matinya ikan ini diduga akibat raun ikan yang sengaja di pakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari ikan di sungai Martapura. Biasanya bila musim kemarau tiba, banyak penangkap ikan yang tidak bertanggung jawab menggunakan cairan pestisida yang dilarutkan di sungai. Dan kali ini sepertinya petani ikan yang menggunakan keramba mendapat dampaknya. Kemungkinan para pencari ikan tidak bertanggung jawab itu menyebarkan cairan pestsida dekat keramba milik warga, sehingga ikan nila yang ada di dalam keramba ikut keracunan.

Meskipun ini baru kemungkinan, dan walaupun ribuan ikan nila mati yang memenuhi aliran sungai Martapura ini bukan ikan yang ada di keramba, kejadian ini tetaplah hatus mendapat perhatian dari pihak berwenang. Karena sungai Martapura selama ini sudah menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat yang ada disekitarnya.

Air di sungai Martapura ini sudah bisa digunakan warga untuk keperluan mandi dan kebersihan lainnya, sampai ke dapur, seperti air minum, digunakan untuk memasak dan sebagainya.

Dan aliran sungai yang di dominasi oleh ikan mati yang lambat laun akan membusuk ini ditakutkan akan mengakibatkan gangguan kesehatan bagi warga yang tetap menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari.

sumber: http://www.dusunblog.com

16 Partai Politik Lolos Verifikasi Administrasi


Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan 16 partai politik (Parpol) lolos verifikasi administrasi. Sedangkan, 18 partai politik lainnya dinyatakan tidak lolos oleh KPU. Dasar dari putusan itu adalah Peraturan KPU no 7 dan 8 tentang penetapan dan tahapan.

"Bagi partai yang lolos akan dilakukan verifikasi faktual. KPU akan diperiksa secara fisik sesuai perundang-undagan. Besok, tim yang beranggotakan 33 orang akan melaksanakannya (verifikasi faktual)," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Minggu (28/10/2012).

Berikut adalah parpol yang dinyatakan KPU memenuhi syarat administrasi:

Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Partai Bulan Bintang (PBB)
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
Partai Amanat Nasional (PAN)
Partai Golongan Karya (Golkar)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
Partai Demokrat
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)
Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
Partai Persatuan Nasional (PPN)

Sedangkan, parpol yang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi oleh KPU berjumlah 18 parpol. Dengan demikian, kedelapanbelas parpol tersebut dipastikan tidak dapat berlaga di pemilu 2014. Parpol-parpol itu adalah:

Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
Partai Kesatuan Demokrasi (PKDI)
Partai Kongres
Partai Serikat Rakyat Independen (SRI)
Partai Karya Republik (Pakar)
Partai Nasional Republik (Nasrep)
Partai Buruh 8. Partai Damai Sejahtera (PDS)
Partai Republika Nusantara
PNI Marhaenisme
Partai Karya Peduli Bangsa (PKBP)
Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)
Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
Partai Republik
Partai Kedaulatan
Partai Bhineka Indonesia
Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI)

Editor :A. Wisnubrata
sumber: http://nasional.kompas.com

Kisah Perempuan Gila Pesta, Masuk Islam dan Pakai Jilbab


Kebahagiaan sejati dan menemukan ketenangan hidup, adalah tujuan sejati manusia. Ia bisa ditemukan dengan beragam cara, misalnya berbuat kebaikan untuk sesama, pergi ke tempat sunyi untuk berkontemplasi, atau mendalami ajaran agama. 
Heather Matthews, penggila pesta yang kini berjilbab
Salah satunya dialami Heather Matthews (27), penampilannya berubah drastis, perempuan "gila pesta" dengan penampilan super-minim  kini berhijab atau mengenakan jilbab setelah memeluk agama Islam. Baginya Islam mengenalkannya pada kesejatian cinta dan kebahagiaan, yang tidak ia jumpai di gaya hidup lamanya. 

Matthews, ibu dua anak itu, masuk Islam empat minggu lalu, dua bulan setelah pulang dari liburan di Ibiza. Ia kini bahkan mengatakan, foto-foto liburannya di Ibiza, tanpa jilbab, adalah sebuah bukti kekeliruan bagaimana dunia Barat mendefinisikan kecantikan. 

"Aku melihat cara gadis-gadis masa kini berperilaku dan berdandan, mati-matian menciptakan imej untuk mereka tunjukkan pada orang lain, terutama para pria," kata dia. "Ini adalah soal menghormati diri sendiri. Jika Anda berpakaian dan berperilaku dengan cara tertentu, baik atau buruk, itu akan mempengaruhi cara orang memperlakukan Anda."

"Islam mengajarkan pada saya tentang kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu. Saat ini saya bahkan memandang perjodohan adalah hal yang logis."

Studi kelompok lintas agama, Faith Matters menemukan, jumlah warga Inggris yang akhirnya memeluk agama Islam saat ini melewati angka 100.000, dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Laporan tersebut juga menyebut, dua per tiganya adalah perempuan, dengan rata-rata usia 27 tahun. Seperti halnya Matthews. 

Jalannya menuju Islam diawali justru ketika ia meyakinkan mantan suaminya, Jerrome, yang baru saja menjadi muslim, bahwa Islam adalah agama yang salah. Ia yang curiga pada Islam, mulai banyak membaca untuk mendukung argumennya. 

Meski mereka bercerai tahun lalu, Heather Matthews terus mempelajari Islam dan makin mengerti. Akhirnya, empat minggu lalu ia mengucap kalimat syahadat di depan ulama lokal. "Aku saat ini memiliki saudari-saudari muslim, mereka membelikan aku hijab dan buku-buku Islami untuk merayakannya. Ini luar biasa."

Keputusannya itu menimbulkan reaksi dari teman-teman dan keluarga. Juga kenalannya yang kebetulan berpapasan, ternganga melihat kepalanya berjilbab. "Saat memakai jilbab, aku bisa tersenyum pada orang, tanpa membuat mereka berpikir, itu godaan secara seksual," kata dia seperti dilansir Daily Mail.

Matthews juga sepakat dengan aturan Islam, yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Juga menyimpan kecantikan hanya untuk suami. Ia kini berhenti minum alkohol, hanya mengonsumsi makanan halal, dan berniat puasa penuh di Bulan Ramadhan. 

Tak ada paksaan dalam beragama
Meski menemukan ketenangan dalam Islam, Matthews tak akan memaksakan agama barunya pada dua putrinya, Ellah (5) dan Halle (2) hasil pernikahannya dengan Jerrome. Ia memberi kesempatan pada dua putrinya untuk menemukan jalan hidupnya sendiri. 

Seperti halnya dirinya. "Orang bisa saja berprasangka, aku dalam tekanan. Tapi tidak. Aku perempuan yang kuat, percaya diri, dan berpikiran bebas," kata dia. "Aku mungkin masuk kategori orang-orang yang dianggap tak mungkin masuk Islam." 

Namun, Matthews yakin, ia tak menyesali keputusannya. "Mungkin mengejutkan, namun aku memilih Islam demi cinta dan kebahagiaan. Yang jelas hidupku telah berubah." (umi)

sumber: http://dunia.news.viva.co.id

Thursday, March 1, 2012

Beredar Video Seks Sesama Pria Mirip Kiki Farrel


Kabar tak sedap menghampiri pesinetron Kiki Farel. Pasalnya, beberapa video seks mirip dirinya beredar luas di dunia maya.
Dalam video tersebut, lelaki yang mirip dengan Kiki tak menggunakan pakaian. Ironisnya, lelaki itu terlihat berhubungan dengan sesama jenis lainnya.
Terdapat enam video yang beredar dengan durasi sekitar tiga menit, hanya saja kualitas gambar tersebut terlihat buruk. Video tersebut juga ramai diperbincangkan di dunia maya.
Tak lama begitu video porno sesama jenis mirip artis sinetron Kiki Farel di dunia maya beredar, bantahan pun segera terlontar. 

Dengan tegas manajer Kiki, Jamal, menyanggah pria dalam video itu adalah bintang sinetron Cinta Fitri yang berada di bawah naungannya. "Bohong banget itu! Aku sih sudah lihat itu beda, Itu fitnah!" tegas Jamal saat dihubungi pertelepon oleh wartawan di Jakarta, Selasa (30/10/2012). 

Ditegaskan Jamal, lelaki dalam video porno tersebut jelas berbeda dengan tampang Kiki. "Jauh banget mukanya. Cuma karena dari jauh badannya mirip kali ya," imbuh Jamal. 

Jamal menduga ada pihak yang sengaja memanfaatkan ketenaran Kiki. "Itu anak kan lagi naik daun, terus difitnah. Ada saja cobaannya," ujar Jamal. 

Bahkan Jama berani menjamin jika Kiki adalah lelaki normal yang masih menyukai lawan jenis. "Ada pacarnya, gonta-ganti cewek malah. Terakhir kan sama Natha, walau enggak tahu pacaran apa enggak," tekan Jamal. 

sumber: http://entertainment.kompas.com