Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Wednesday, December 26, 2012

Membuat Unagi Nigiri (Resep Ikan Sidat Masakan Jepang)


Unagi Nigiri
Resep Membuat Unagi Nigiri 

Bahan:
Nasi Sushi (sushi rice)
Ikan Sidat panggang (unagi-smoked eel)
Rumput laut kering (nori)
Wijen (sesame seeds)
Saus Kabayaki (kabayaki sauce)
1 knife
1 bowl of water

  1. Ikan Sidat (Unagi) dihidangkan hangat. Panaskan dalam panggangan microwave 1 menit.
  2. Untuk membentuk sushi, basahi tangan anda dengan air dalam mangkuk, untuk menghindari nasi melekat pada tangan anda.
  3. Ambil sebagian nasi dan bentuk memanjang, istilah nigiri artinya "dibentuk dengan tangan"
  4. Letakan sidat panggang (unagi) di atas nasi, dan ikat dengan rumput laut (nori) melintang ditengah potongan ikan,  lekatkan kedua ujung nori.
  5. Ulasi dengan saus kabayaki sauce, saus ini rasanya agak manis, dan taburi dengan wijen.
by: Ariya Hendrawan


Nutrisi Ikan Sidat


Nutrisi Ikan Sidat (klik pada gambar untuk memperbesar)

Nutrisi Ikan Sidat (klik pada gambar untuk memperbesar)






Friday, December 21, 2012

Mengolah Ikan Sidat

Upaya untuk meningkatkan daya terima masyarakat terhadap ikan sidat dan nilai tambah ikan sidat itu sendiri, maka produk yang dijual ke konsumen seyogyanya bukan hanya dalam bentuk segar, tetapi juga dalam bentuk olahan. Oleh karena itu, maka kajian-kajian tentang proses pengolahan ikan sidat perlu dikembangkan terutama produk olahan yang sangat diminati oleh konsumen lokal maupun konsumen internasional.

1. Sidat asap
Ikan asap adalah hasil pengawetan ikan secara tradisional yang pengerjaannya merupakan gabungan dari penggaraman (perendaman dalam air garam) dan pengasapan sehingga memberikan rasa khas. Ikan asap merupakan produk akhir yang siap untuk dimakan artinya tanpa diolah lagi sudah dapat disantap.

Pengasapan termasuk salah satu cara pengawetan ikan. Inti pengasapan adalah ikan ditaruh di atas pembakaran sehingga terus-menerus terasapi. Pengasapan ada dua macam, yaitu pengasapan panas dan pengasapan dingin. Pengasapan panas ialah pengasapan yang dilakukan dengan cara ikan didekatkan pada api. Adapun pengasapan dingin, ikan diletakkan agak jauh dengan api. Alat pengasapan dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan asap terus-menerus mengasapi ikan.

Asap kayu terdiri dari uap dan padatan yang berupa partikel-partikel yang amat kecil yang keduanya mempunyai komposisi kimia yang sama tetapi dalam perbandingan yang berbeda. Senyawa-senyawa kimia yang menguap diserap oleh ikan terutama dalam bentuk uap, senyawa tersebut memberikan warna dan rasa padatan yang diinginkan pada ikan asap. Partikel-partikel tidak begitu penting pada proses pengasapan dan asap akan mengawetkan makanan karena adanya aksi desinfeksi dari formaldehid, asam asetat dan phenol yang terkandung dalam asap.

Butiran-butiran asap mengambil peranan penting dalam pewarnaan. Pengeringan mempunyai fungsi penting dalam pengawetan ikan asap, kecepatan penyerapan asap kedalam daging ikan dan pengeringannya tergantung kepada banyaknya asap yang terjadi, suhu dan kandungan air dari ikan yang diasapi.

Faktor Yang Mempengaruhi Mutu Ikan Asap

1. Bahan Mentah (raw material)
Seperti halnya dengan cara-cara pengawetan ikan lainnya, pengasapan tidak dapat menyembunyikan atau menutupi karakteristik-karakteristik dari ikan yang sudah mundur mutunya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik harus menggunakan bahan mentah (ikan) yang masih segar. Sebagian besar dari penyebab rendahnya mutu ikan asap ialah digunakannya ikan-ikan yang sudah hampir busuk yang akan menghasilkan produk akhir yang lembek, lengket dan permukaannya tidak cemerlang. Selain dari kesegarannya, faktor-faktor lainnya juga dapat menentukan mutu dari produk
akhir, misalnya pengaruh musim dan kondisi ikan tersebut. 

2. Perlakuan-perlakuan pendahuluan (pre-treatments)
Di daerah-daerah perikanan, beberapa jenis ikan asap dibuat dari ikan utuh atau sudah disiangi kadang-kadang tanpa kepala. Lainnya dalam bentuk sayatan (fillet) atau dibelah
dengan berbagai cara, masing-masing dengan karakteristik tertentu. Satu hal yang harus diingat yaitu cara apapun yang dilakukan ikan harus benar-benar dibersihkan sebelum dilakukan proses pengawetan yang sebenarnya.

Perlakuan pendahuluan yang paling umum dilakukan ialah penggaraman. Sekarang pada umumnya penggaraman dilakukan dengan cara penggaraman basah atau larutan (brine salting). Untuk mendapatkan perlakuan yang seragam campuran air garam dan ikan harus sekali-sekali diaduk. Untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik, larutan garam yang digunakan harus mempunyai kejenuhan antara 70 – 80%. Larutan di atas 100% akan merusak produk yaitu dengan terbentuknya kristal-kristal garam di atas permukaan ikan. Sebaliknya bila menggunakan larutan garam yang kejenuhannya di bawah 50% akan menghasilkan ikan asap yang kurang baik mutunya.

Karena banyaknya garam yang terserap oleh ikan yang merupakan hal yang sangat penting pada proses pengawetan, maka kepekatan garam dalam larutan harus selalu dikontrol. Seringkali penambahan garam ke dalam larutan garam dilakukan secara sembarangan saja tanpa menggunakan salinometer (alat untuk mengukur kepekatan garam). Sebaliknya setiap kelompok ikan (batch) harus menggunakan larutan garam baru dan wadah-wadah harus dibersihkan, yaitu untuk mencegah terjadinya pencemaran ikan oleh bakteri-bakteri dan kotoran-kotoran yang berasal dari insang dan kulit ikan-ikan yang telah digarami sebelumnya. Efek lain yang dapat timbulkan oleh pemakaian larutan garam bekas ialah adanya protein ikan yang melarut dan ini akan membentuk gumpalan-gumpalan yang akan menempel pada ikan hingga menyebabkan rupa ikan tidak menarik lagi.

3. Pengeringan Sebelum Pengasapan
Setelah penggaraman dan pencucian dengan air tawar, lalu dilakukan tahap pengeringan yaitu untuk menghilangkan sebagian air sebelum proses pengasapan. Pengeringan atau penirisan dapat dilakukan dengan cara mengantung ikan di atas rak-rak pengering di udara yang terbuka. Hal ini dapat dilakukan pada kondisi iklim di mana kelembaban nisbi rendah. Akan tetapi bila iklim setempat mempunyai kelembaban yang tinggi hingga proses pengeringan menjadi sangat lambat, maka tahap pengeringan harus dilakukan dalam lemari pengering.

Protein ikan yang larut dalam garam akan membentuk lapisan yang agak lengket dan setelah kering akan menyebabkan permukaan ikan menjadi mengkilap. Kilap ini merupakan salah satu kriteria yang diinginkan pada ikan asap yang bermutu baik. Kilap yang baik dapat diperoleh dengan menggunakan larutan garam yang mempunyai kejenuhan 70 – 80%, sedangkan kejenuhan yang lebih rendah akan mengakibatkan rupa yang agak suram.

Tahapan Pengolahan
Bahan :
- Sidat
- Garam

Cara membuat:
  • Sidat hidup disayat mulai dari leher sampai ke bawah anus dan buang isi perutnya.
  • Sidat yang telah disiangi dicuci lalu digarami.
  • Gantung sidat dengan posisi kepala di atas berderet seperti jemuran.
  • Masukkan sidat yang telah tergantung dalam oven yang dibawahnya dibakar kayu yang menimbulkan asap. Pintu oven dibiarkan terbuka agar asap yang menimbulkan aroma meresap pada daging sidat. Prosesnya sekitar 25 menit.
  • Pintu oven ditutup, bara disemprot oksigen agar suhu menjadi lebih panas selama 5 menit dan daging sidatnya setengah kering.
  • Pindahkan sidat dalam oven listrik untuk dikeringkan sampai tingkat kematangan tertentu.
  • Setelah dikeluarkan dari oven, sidat asap diangin-anginkan dan untuk selanjutnya dikemas.

Diagram alir pengolahan ikan sidat asap

2. Sidat Panggang (Unagi kabayaki)
Dalam proses pengasapan panas ikan yang akan diasapi diletakkan cukup dekat dengan sumber asap. Proses pengasapan panas juga sering disebut proses pemanggangan ikan. Pengasapan panas lebih dirancang untuk meningkatkan aroma melalui asap itu sendiri, dibandingkan untuk pengawetan ikan akibat asap. Pengasapan panas menggunakan suhu yang cukup yaitu 80 -90 oC. Karena suhu yang tinggi, daging ikan menjadi masak dan tidak perlu diolah terlebih dahulu sebelum disantap. Pengasapan panas pada prinsipnya merupakan usaha penanganan ikan secara perlahan. Pada pengasapan panas terjadi penyerapan asap, ikan cepat menjadi matang tetapi kadar air di dalam daging masih tinggi sehingga tidak tahan lama.

Masakan yang dikenal dengan istilah unagi adalah sajian sidat panggang yang menjadi favorit di Jepang. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi juga masakan ini dipercaya mampu membangkitkan vitalitas. Orang Jepang memakannya biasanya pada musim panas (akhir bulan Juli) agar memberikan kekuatan dan vitalitas hingga akhir tahun. Unagi termasuk makanan yang paling mahal di restoran-restoran Jepang dan hanya disuguhkan bagi orang-orang penting.

Sidat tanpa tulang diolah menjadi unagi-no-kabayaki (sidat panggang) yang diberi saus manis kabayaki (seperti teriyaki). Masyarakat Jepang bagian timur dan bagian barat memiliki cara yang berbeda dalam mengolah sidat. Di Jepang bagian timur, sidat dipanggang, direbus dan kemudian dipanggang lagi sebelum dimakan, sehingga rasanya menjadi lebih lunak. Berbeda dengan di Jepang barat, sidat langsung dipanggang dan dimakan.

Sebelum dipanggang, ikan sidat dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan pisau tajam ikan sidat dibelah menjadi dua bagian, diangkat isi perut dan juga ttulang/duri ikan sidat jadi yang tersisa adalah benar-benar dagingnya saja tapi duri sedikitpun. Untuk bagian kepala biasanya juga dibuang. 

Setelah ikan sidat dibelah dan dibersihkan, ikan sidat siap dipanggang dengan ditambah kecap spesial khas Jepang atau juga bisa diberi saus yang terutama dibuat dari campuran kecap asin (5 bagian), mirin (sake manis 5 bagian), gula pasir, dan sake. Selesai dipanggang pertama kemudian di-steam agar daging ikan sidat ini menjadi empuk dan bumbu bisa meresap sampai kedalam daging.

Selesai di-steam ikan sidat dipanggang lagi untuk kedua kalinya, tujuannya adalah untuk menguatkan rasa panggangnya, sewaktu pemanggangan kedua kalinya ikan sidat terus menerus dilumasi dengan kecap khas Jepang agar rasa tidak berubah.
Sidat panggang (Unagi Kabayaki)
3. Dendeng Sidat
Dendeng ikan adalah jenis makanan awetan yang dibuat dengan cara pengeringan dengan menambah garam, gula, dan bahan lain untuk memperoleh rasa yang diinginkan. Salah satu bentuk olahan yang dapat dilakukan pada ikan sidat adalah dengan pengolahan dendeng ikan sidat. Dendeng ikan sidat adalah bentuk olahan semi basah yang dilakukan dengan perendaman atau pembaceman dalam larutan bumbu, yaitu gula merah, bawang putih, bawang merah, garam, dan ketumbar selama 24 jam kemudian dilakukan proses pengeringan dan daya awetnya cukup lama dan rasanya manis gurih.

1. Alat dan Bahan
- Pisau 
- Timbangan
- Talenan 
- Kompor
- Baskom plastik 
- Para-para/tempat penjemuran
- Panci 
- Penirisan

2. Prosedur Kerja

  • Bumbu-bumbu yaitu bawang merah, bawang putih, laos, ketumbar, dan garam dihaluskan dan disisihkan, gula merah direbus dan didinginkan sampai kental, kemudian tambahkan bumbu halus, selanjutnya sisihkan yang akan digunakan untuk pembaceman ikan.
  • Ikan sidat disiangi dengan cara memotong bagian kepala, membelah bagian punggung, membuang isi perut dan dipotong dengan ukuran ±5 cm, selanjutnya dicuci dengan air mengalir dan ditiriskan.
  • Potongan daging ikan sidat kemudian direndam dalam larutan bumbu (dibacem). Pembaceman dilakukan dalam baskom plastik dengan bumbu yang telah disiapkan, pembaceman dilakukan dalam baskom plastik dengan cara bumbu dituang sedikit demi sedikit berselang-selang antara ikan dan bumbu. Pembaceman dilakukan selama 20 jam, setelah itu ditiriskan.
  • Potongan daging ikan sidat yang ditiriskan kemudian ditata pada para-para/alat penjemuran. Penjemuran dilakukan dengan cara bagian yang tidak berkulit diletakkan menghadap ke atas dan setiap 2 jam dilakukan pembalikan.

Diagram alir pengolahan dendeng sidat
4. Abon Sidat
Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengenal bentuk/rupa ikan sidat dan mencicipi rasanya. Agar ikan sidat dapat dikenal dan dapat diterima sebagai konsumsi oleh masyarakat maka dilakukan pengenalan produk-produk olahannya kepada masyarakat. Disamping itu, ada kesan bahwa sidat lebih mirip ular ketimbang ikan, menyebabkan timbulnya respon yang kurang baik dimasyarakat. Salah satu usaha mengubah kesan seperti ular tadi adalah dengan mengolahnya menjadi abon. Dengan dibuat produk abon, diharapkan konsumsi masyarakat terhadap sidat dapat ditingkatkan, apalagi daging sidat memilki rasa yang khas dan gurih. Berdasarkan SNI 01-3707-1995, abon merupakan hasil pengolahan yang berupa pengeringan bahan baku yang telah ditambahkan bumbu-bumbu untuk meningkatkan cita rasa dan memperpanjang daya simpan

Bahan Utama
Sidat yang berukuran cukup besar 1 -2 kg

Bahan Tambahan
a. Kelapa ukuran sedang (daging:santan = 3:1) 5 butir
b. Gula pasir 1,5 ons
c. Bawang merah 1,25 ons
d. Bawang putih 0,5 ons
e. Ketumbar (±10 sendok makan) 20 gr
f. Lengkuas (±3 cm) 1 potong
g. Cabe merah (±10 biji) 30 gr
h. Garam halus (± 4 sdm) 40 gr
i. Salam secukupnya
j. Minyak goreng dengan perbandingan bahan: minyak = 1 : 1

Cara Membuat
a. Sidat dibunuh dengan dipukul kepala, lalu disiangi dan dicuci
b. Sidat direbus dalam panci hingga matang (± 20 menit)
c. Setelah dingin, duri dipisahkan dan dagingnya dihancurkan
d. Bumbu ditumis, lalu daging sidat dimasukkan dan ditambahkan santan kental
e. Bahan digoreng sampai berwarna cokelat tua, lalu segera ditiriskan
f. Abon dipres untuk dikeluarkan kelebihan minyaknya, kemudian didinginkan atau dianginangikan
g. Abon siap dikemas

Diagram alir pengolahan abon sidat
5. Sosis Sidat
Sosis adalah salah satu produk olahan daging yang sekarang mulai populer di masyarakat, terutama anak-anak. Pengolahan sosis ini pada awalnya dikembangkan oleh negara empat musim, yang bertujuan untuk mengawetkan, sehingga mereka tidak kekurangan daging selama musim dingin. 

Sosis merupakan emusli minyak dalam air (oil in water atau o/w). Sosis ikan merupakan daging ikan cancing yang ditambahkan minyak, bumbu dan pati sebagai pengisi. Teknologi produksinya, campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam casing dan diikat, setelah itu diuapkan atau direbus.

Kandungan Gizi Sosis
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995), sosis yang baik harus mengandung protein minimal 13%, lemak maksimal 25% dan karbohidrat maksimal 8%. Jika standar ini terpenuhi, maka dapat dikatakan bahwa sosis merupakan makanan sumber protein. Hanya saja, karena kadar lemak dan kolesterol sosis yang cukup tinggi, sosis sebaiknya tidak dijadikan menu rutin bagi anak-anak guna mencegah masalah obesitas dan penyakit-penyakit yang mengikutinya, dikemudian hari.

Pembuatan Sosis
Pembuatan sosis ikan hampir sama dengan pembuatan kamaboko (jenis pasta ikan Jepang) akan tetapi terdapat perbedaan, yaitu sosis ikan dimasukkan ke dalam casing ditambahkan lemak, dan bumbu ke dalam sosis ikan. Sedangkan kamaboko tidak dimasukkan ke dalam casing dan tidak memiliki rasa/hambar.

Dalam proses pembuatan sosis ikan, kepala ekor, tulang dan jeroan dibuang terlebih dahulu kemudian di fillet dan dikuliti (jika ukuran ikan besar). Setelah itu, daging ikan dicuci untuk membersihkan lemak, darah dan kotoran. Daging yang telah bersih dilembutkan dengan cara digiling.

Bahan yang telah digiling tersebut dilembutkan, pada proses tersebut dtambahkan garam pada daging setelah mesin dinyalakan selama 1-2 menit. Tujuan proses pelembutan dan pengadukkan adalah untuk mendapatkan emulsi yang stabil dengan adonan yang tercampur sehingga homogen dan terbentuk pasta.

Pencampuran tepung ke dalam adonan dilakukan terakhir untuk mengatur elastisitas akhir daging. Setelah semua bahan tercampur rata, adonan dimasukkan ke dalam casing dan diikat kemudian direbus.

Prosedur Pembuatan Sosis:

1. Persiapan bahan baku
Ikan yang digunakan adalah ikan sidat segar dengan ukuran kurang lebih 40 – 55 cm dengan berat antara 75 -125 gram. Ikan sidat segar dimatikan dengan cara memukul bagian kepalanya.

2. Pembersihan ikan
Sidat yang sudah mati dibersihkan lendir dan kotoran sekitar kulit dengan menggunakan abu gosok. Setelah bersih dari lendir, kepala dan ekor dipotong kemudian diiris bagian punggung dimulai dari bagian kepala menuju ekor. Pengirisan dilanjutkan kearah bagian dalam mengikuti bentuk tulang belakang menuju bagian perut, sesampai diperut isinya dikeluarkan. Pengirisan dilanjutkan hingga tulang belakang mudah dikeluarkan. Ikan yang telah terlepas dari tulang dan kotoran perut tersebut dikuliti dengan cara terlebih dahulu menimbulkan sebagian kecil kulit pada daging bagian ekor menggunakan pisau tajam. Kulit yang sedikit terpisah dari daging itu kemudian ditarik dengan menggunakan tangan, sedangkan bagian daging yang sedikit tertinggal di kulit diambil dengan bantuan pisau. Daging ikan yang diperoleh dibersihkan dengan air mengalir dari kotoran yang melekat dan ditiriskan.

3. Pembuatan adonan
Penggilingan daging ikan sidat dilakukan dengan menggunakan penggiling daging dan dihaluskan dengan menggunakan grinder selama kurang lebih 2-3 menit. Daging halus tersebut kemudian didinginkan hingga mencapai suhu kurang dari 10 oC. Daging halus yang
telah dingin dicampur dengan tepung dan bumbu lainnya. 

Pemasukan ke dalam casing dan perebusan 
Adonan kemudian dimasukkan ke dalam casing dengan menggunakan pressure cookies dan direbus. Dalam proses perebusan, air yang digunakan terlebih dahulu dimasak sampai dengan mendidih untuk menghancurkan mikroorganisme yang ada dalam air. Air yang telah mendidih tersebut suhunya diturunkan hingga mencapai suhu yang ditetapkan yaitu 70 – 80 oC kemudian sosis dimasukkan dan direbus selama 30 menit. Kestabilan suhu perebusan terjaga dengan menggunakan dandang aluminium ukuran besar, penggunaan api kecil dan apabila suhu mulai meningkat ditambahkan air masak yang dingin. 

Bahan yang digunakan tepung tapioka 10%, Garam 3%, Minyak sayur 5%, Gula 1,6%, MSG 0,1%, sodium tripoliphospat 0,2%, pala 0,1%, bawang putih 0,1% dan air es 3% dari total adonan
Diagram Alir Pengolahan Sosis Sidat





Link

Thursday, November 8, 2012

Ikan Sidat atau Masapi, Makanan Mewah Nan Mahal

Sidat air tawar (eel, sogili, pelus, oleng, unagi, masapi) dan belut laut (conger eel, anago, moa) sering digunakan dalam masakan Jepang. 

Makanan berbahan dasar sidat seperti Unadon dan Unajuu sangat populer dan berharga mahal. Sidat juga sangat populer sebagai makanan dalam masakan Cina, terutama masakan Kanton dan masakan Shanghai. 

Sidat juga populer di Korea, masakan berbahan dasar sidat dianggap sebagai sumber "daya tahan" untuk laki-laki. Sidat eropa dan sidat air tawar lainnya yang dimakan di Eropa, Amerika Serikat, dan tempat-tempat lain di seluruh dunia. 

Masyarakat tradisional di London timur mengolah sidat menjadi jelly, bahan baku yang digunakan adalah sidat muda (elver). Elver juga diolah dalam bentuk sidat goreng atau kripik. demikian pula di Maori, Jerman, belanda dan Italia, sidat diolah menjadi makanan lezat bernilai jual tinggi.

Orang jepang lebih menyukai sidat jenis Anguilla japonica (sidat jepang/unagi) dan A. anguilla (sidat eropa). Sidat Indonesia yang diekspor umumnya adalah Anguilla bicolor yang banyak di konsumsi di Cina dan Taiwan. Tetapi oleh eksportir dari negara tersebut,
A. bicolor asal Indonesia (yang berharga lebih murah) dicampur dengan A. japonica, kemudian di ekspor ke Jepang dengan harga lebih tinggi.

Sidat (unagi) telah dikonsumsi orang jepang sejak abad ke 7. Sebagai makanan yang kaya protein, kalsium, vitamin A dan E, sidat dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Sidat banyak dikonsumsi pada waktu musim panas. Daging sidat tanpa tulang diolah menjadi unagi-no-kabayaki (sidat panggang) yang diberi saus manis kabayaki (seperti teriyaki). 

Masyarakat jepang bagian timur dan bagian barat memiliki cara yang berbeda dalam mengolah sidat. Di jepang bagian timur, sidat dipanggang, direbus dan kemudian dipanggang lagi sebelum dimakan, sehingga rasanya menjadi lebih lunak. 

Berbeda dengan di jepang barat, sidat langsung dipanggang dan dimakan. Saat dipanggang, lemak dan daging sidat yang dipanggang akan mengeluarkan asap dan menimbulkan aroma yang akan menarik orang ke restoran sidat/unagi. Sidat panggang disajikan bersama nasi liwet (disebut una-juu atau una-don) dan sup bening dari hati ikan sidat sebagai pelengkapnya. 

Bahan baku olahan sidat sebagian besar merupakan hasil tangkapan. Elver sidat umumnya ditangkap pada malam hari karena elver cenderung berada di permukaan untuk mencari makanan dan sifat foto taksis negatif elver (menghindari cahaya). 

Pada siang hari elver berada di dasar perairan atau bersembunyi di lubang dan sela-sela akar vegetasi akuatik. Akibat perubahan iklim dan degradasi habitat, populasi elver di banyak negara semakin menurun. Di Inggris, harga elver pada tahun 2005 pernah mencapai £700 per kg atau sekitar Rp 8,4 juta per kg. Hal ini disebabkan kelangkaan elver, sehingga hasil tangkapan elver sangat sedikit. Harga sidat di Hong Kong sering mencapai ¥ 1.000 per kilogram, dan bahkan melampaui ¥ 5.000 per kilogram di satu waktu.

Wednesday, October 10, 2012

Sensasi Gurih Ikan Sidat Torpedo


Bandung.detik.com- Pernah mendengar nama ikan sidat atau bahkan menyantapnya? Kalau belum, sepertinya harus mengunjungi rumah makan Kampung Laut Pangandaran di Jalan Tubagus Ismail No.22.

Saat masuk ke warung seafood ini, akan langsung disuguhi dua buah akuarium yang isinya adalah ikan sidat. Bentuknya pasti akan mengingatkan anda pada belut.

Ikan bernama latin Angguila Sp ini memang masih familinya belut. Seringkali disebut belut bertelinga atau Moa. Ukurannya panjang, berlendir, dengan bagian kepala yang mirip dengan ular kobra. Tapi hewan ini jinak lho! Hanya saja memang sulit untuk ditangkap, selain berlendir, juga pintar berkelit. Panjangnya berbeda-beda dari mulai 30 sentimeter sampai 1 meter.

Nah, menu ikan sidat yang diberi nama ikan sidat torpedo ini jadi salah satu andalan di warung Kampung Laut Pangandaran. Pemiliknya Dedi (35) mengklaim kalau di sini satu-satunya tempat yang menjual ikan sidat di Kota Bandung.

Ide menjual ikan sidat muncul karena dirinya berasal dari Pangandaran, asal ikan sidat yang dia jual. "Dari dulu keluarga saya memang suka mengkonsumsi ikan sidat," ujar pria yang ramah pada pengunjung ini.

Kalau penasaran silahkan saja berkunjung. Ada tiga menu ikan sidat yang bisa dipilih seperti ikan sidat bakar, pepes ikan sidat dan ikan sidat goreng.

Untuk ikan sidat bakar mengolahnya cukup gampang. Setelah ikan diambil dari akuarium atau kolam, lalu dibersihkan. Setelah ikan mati, belah tubuh ikan jadi dua bagian lalu pipihkan dengan palu. Potong-potong menjadi beberapa bagian dan bubuhi dengan garam.

Menurut Dedi, daging ikan sidat ini sudah gurih sehingga tidak diperlukan bumbu lain dan cukup dilumuri dengan garam. "Rasanya sudah mak nyos!" ujar Dedi menirukan jargon presenter kuliner kenamaan Bondan Winarno.

Garam yang digunakan pun menurut Dedi bukan garam meja biasa, tapi garam blok yang teksturnya lebih kasar agar rasa garam lebih menyerap ke daging ikan.

Cukup dibakar selama 10 menit atau tergantung dari panasnya bara api. Selama pembakaran, daging ikan dilumuri berkali-kali dengan minyak goreng, tapi jangan minyak goreng bekas. Tempat pembakaran yang posisinya di depan warung pun menyebarkan aroma ikan bakar yang menggoda. Setelah matang barulah ikan disajikan.

Selain ikan sidat bakar, juga ada ikan sidat pepes yang lebih kaya akan bumbu. Karena membuatnya memerlukan proses yang tidak sebentar, ikan sidat pepes harus dipesan satu hari sebelumnya.

Selain menu ikan sidat, Dedi juga menyajikan berbagai menu ikan dari hasil laut Pangandaran. Antara lain bawal, baronang, kerapu bahkan ada juga ikan hiu. Cukup bikin penasaran bukan?(ema/lom)

http://bandung.detik.com/read/2010/01/22/091239/1283744/671/sensasi-gurih-ikan-sidat-torpedo

Ikan Sidat Torpedo Untuk Vitalitas dan Kebugaran


indosiar.com, Bandung - Bagi Anda yang suka dengan makanan yang dapat meningkatkan vitalitas dan kebugaran, menu yang satu ini patut Anda coba ikan sidat torpedo, makanan ini dapat Anda temukan disebuah warung di Bandung, Jawa Barat.

Di warung makan ini penggemar masakan ikan bisa menemui berbagai jenis makanan ikan laut maupun ikan air tawar, tapi ada satu - satunya menu ikan khas asing ditelinga dan jarang ditemukan ditempat lain.

Ikan sidat torpedo, ikan yang jika dikonsumsi diyakini bisa meningkatkan vitalitas, terutama bagi kaum pria. Dengan penyajiannya bisa dengan cara dibakar, dipepes atau digoreng tergantung selera penggemar. Bisa dinikmati bersama nasi putih, sambel cobek serta lalapan.

Menu ikan jenis langka mirip belut tapi ukurannya lebih besar, serta memiliki telinga membuat warung makan ini selalu ramai didatangi penggemar masakan ikan. Tidak seperti menu ikan laut dan ikan tawar lainnya, cara menyajikan ikan sidat torpedo lebih sulit.

Bahan - bahan untuk melengkapi 1 porsi ikan sidat torpedo, yakni cabe rawit, kemiri, bawang merah, bawang putih, jombrang, kencur, terasi, penyedap garam untuk membuat sambel cobek.

Kulitnya yang berlendir mengharuskan ikan sidat dibersihkan terlebih dahulu dengan cara disisik. Selain itu juga harus dipukul - pukul sampai remuk agar renyah serta dagingnya dipotong kecil - kecil.

Daging ikan sidat yang telah dipotong - potong dan diberi bumbu kemudian dibakar sampai matang. Ikan sidat torpedo bakar dapat dipastikan mengundang selera. Menurut pengelola warung makan Dedi, banyak khasiat yang tergantung pada ikan sidat sehingga dipilih sebagai menu lain daripada yang lain. Meski mendapatkannya cukup sulit.

Untuk bisa menikmati 1 porsi ikan sidat torpedo memang sedikit mahal. Pengunjung harus merogoh kocek 50 ribu rupiah, namun bagi penggemar masakan ikan sayang jika sampai melewatkan untuk menikmatinya. Saat berada atau kebetulan berkunjung ke kota Bandung. (Cecep Hendar/Dv/Ijs)

http://www.indosiar.com/ragam/ikan-sidat-torpedo_78603.html

Wednesday, February 29, 2012

Cara Membuat Sidat Olahan Lezat Dan Nikmat

Berbagai kendala sidat Indonesia saat mencoba masuk ke pasar Internasional, baik dari ukuran, sidat olahan mempunyai permasalahannya sendiri. Perlu survei hulu, hilir bolak balik, processing, marketing, makan sidat keliling restoran Jepang dll. Sampai tahu benar negara-negara pengimport sidat, bentuk olahannya, apakah frozen eels, frozen roasted eels, live eels, kabayaki, smoked eels for canning ataupun jellied eels. Beberapa hal di bawah ini semoga dapat mencerahkan.

Uzaku (Salad Ikan Sidat)

uzaku

Salad Sidat (Uzaku)

Merupakan salah satu varian masakan sunomono di Jepang dan merupakan hidangan segar untuk makan di musim panas.  Makanan kaya protein, kalsium dan vitamin ini sangat cocok untuk meningkatkan stamina tubuh.  Beberapa orang percaya bahwa makanan ini juga mampu meningkatkan vitalitas pria.

Bahan:
* 2 ketimun Jepang
* 125 gram sidat panggang (unagi-no-kabayaki)
* 3 sdm cuka beras
* 1 sdm gula
* 1 sdm kecap
* Garam secukupnya

Persiapan:
Iris tipis cucumbers ke putaran. Taburkan garam pada ketimun iris dan biarkan selama 20 menit. Potong sidat panggang (kabayaki) bentuk kecil-kecil, tempatkan di lembaran alumunium foil dan taruh diatas panggangan/microwave selama dua menit.
Peras irisan ketimun jepang agar airnya keluar.
Campurkan kecap, gula, dan cuka dalam mangkuk kecil. Letakkan ketimun iris dan potongan-potongan unagi di mangkuk lain.
Tuangkan saus di atas ketimun dan sidat panggang.
Untuk 4 porsi

Unagi (sidat) panggang cah paprika


unagi cah paprikaBahan-bahan:
2 Potong UNAGI (sidat) (kira2 250 gr)
4 buah Paprika Hijau
4 Siung bawang putih
2 cm jahe, keprek
2 sdm Shoyu (Japanese Light Soy Sauce)
1/2 sdt lada bubuk
2 sdm Minyak untuk menumis
75ml air


Saus:
sake, mirin, kecap Jepang, gula pasir.


Cara membuat:
Bersihkan belut, kemudian masak bersama saus.sampai kuah agak mengering, kemudian di panggang selama 3 menit bolak balik .
1. Tumis bawang putih dan jahe sampai harum
2. Masukkan Unagi panggang.
3. Tambahkan sedikit air, shoyu dan lada bubuk
4. Masukkan Paprika, aduk sebentar
5. Masak hingga kuah mengering, angkat dan sajikan

(The Food of Japan by TAKAYUKI KOSASI).

Monday, February 27, 2012

Cara Mudah Membuat Unagi Kabayaki


Cara Membuat Unagi Kabayaki
Kabayaki dalam istilah jepang artinya dipanggang atau diasap dengan bara api, seperti orang membuat sate seperti itu yang dimaksud dengan memanggang dan harus menggunakan bara api tanpa api. Dibantu dengan kipas manual atau kipas angin elektrik.

Sebelum dipanggang, ikan sidat dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan pisau tajam ikan sidat dibelah menjadi dua bagian, diangkat isi perut dan juga tulang/duri ikan
sidat jadi yang tersisa adalah bener-bener dangingnya saja tapi duri sedikitpun. Untuk bagian kepala biasanya juga dibuang.

Prose Selajutnya dalam mebuat unagi kabayaki adalah Setelah ikan sidat dibelah dan dibersihkan, ikan sidat siap dipanggang dengan ditambah kecap special khas jepang atau juga bisa diberi saus yang terutama dibuat dari campuran kecap asin, mirin, gula pasir, dan sake. Selesai dipanggang pertama kemudian di steam agar daging ikan sidat ini menjadi empuk dan bumbu bias meresap sampai kedalam daging.

Selesai disteam ikan sidat dipanggang lagi untuk kedua kalinya, tujuannya adalah untuk menguatkan rasa panggangnya, sewaktu pemanggangan kedua kalinya ikan sidat terus menerus dilumasi dengan kecap khas jepang agar rasa tidak berubah.

Di jepang sendiri, cara membuat unagi kabayaki berbeda proses dalam  membelah ikan sidat ini berbeda cara, antara orang Kanto dan orang Kansai. Penduduk Kanto yang dipengaruhi budaya samurai membelah ikan dari bagian punggung dan menghindari cara membelah ikan dari bagian perut karena mirip dengan perbuatan harakiri. Sebaliknya, penduduk Kansai yang secara tradisional terdiri dari pedagang dan pengusaha, membelah ikan dari bagian perut bukan merupakan hal yang tabu.

Unagai kabayaki dipercaya memiliki kandungan gizi yang tinggi disamping rasanya yang luar biasa nikmat. Pada hari Doyō no Ushi musim panas (sekitar minggu ke-3 atau minggu ke-4 bulan Juli) terdapat tradisi makan unagi kabayaki di seluruh Jepang.

Demikian proses pembuatan atau cara membuat unagi kabayaki dalam posting kali ini, semoga bermanfaat.
By. Sidat Kita

Saturday, February 25, 2012

Unagi Kabayaki (resep ikan sidat masakan Jepang)

Unagi Kabayaki
Unagi Kabayaki - Sidat Panggang (Resep ikan sidat masakan Jepang) untuk 2-4 orang

Bahan:
300 gram Sidat (Unagi) masak atau 450 gram fillet ikan sidat
pickled ginger (acar jahe) 
Bubuk Sansho
Saus kabayaki (lihat di bawah)

Bahan Saus Kabayaki:
3 sendok makan sake
2 sendok makan mirin (sweet rice wine)

2 sendok makan kecap jepang (Japanese soy sauce)
4 sendok teh gula
1/2 mangkuk kaldu ikan 

  1. Siapkan saus kabayaki lalu sisihkan
  2. Tusukan 2 atau 3 tusuk sate ke fillet sidat sehingga bentuknya tetap saat di panggang.
  3. Panggang sidat di atas arang selama 3 menit, dagingnya menghadap bara api.
  4. Ulas sidat dengan saus, dan panggang lagi kedua sisi selama 1 menit, ulangi beberapa kali dengan 1 menit untuk tiap sisi.
  5. Tempatkan sidat masak pada tatakan, putar tusuk sate dan tarik pelan pelan, kemudian potong sidat sepanjang 4 inchi, dan sajikan di atas nasi.
  6. Hidangkan sidat panggang hangat dengan timun jepang, acar jahe dan bubuk sansho
Cara membuat Saus Kabayaki:
Untuk membuat saus, tempatkan semua bahan dalam panci lalu rebus.
Gunakan api kecil, aduk sampai saus menjadi separuhnya.
by: Ariya Hendrawan